logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 19 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Pemilu 2004

KPU dan Panwas Akan Hadapi Ancaman Hartono

YOGYAKARTA - Ancaman Ketua Umum Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Jenderal (Purn) Hartono yang akan menggugat KPU dan Panwas Pemilu Provinsi DIY bila mempersoalkan ajakan menjadi antek Soeharto tidak membuat keder kedua lembaga itu. Keduanya akan menghadapi ancaman itu.

"Silakan gugat, justru itu cara terbaik untuk menyelesaikan masalahnya," ujar Ketua KPU Provinsi DIY, Suparman Marzuki SH MSi, kemarin.

Ketika berada di gedung Sekretariat KPU DIY, Suparman Marzuki SH MSi mengatakan, reaksi R Hartono akan menggugat itu makin menunjukkan siapa dia sebenarnya. Semula Suparman cuma mengatakan Hartono sebagai bagian dari rezim Orde Baru. Namun ketika ditanya Orde Baru atau tentara, Suparman mengatakan, "Ya, dua-duanya".

Menurut pandangan dia, sekarang sudah tidak zamannya bersikap otoriter semacam itu. Seharusnya dia tidak bersikap atau mengemukakan hal-hal seperti itu dalam kampanyenya. Sebaliknya, dia seharusnya mengemukakan bagaimana memecahkan persoalan bangsa, sekarang.

Pendapat yang sama dikemukakan oleh anggota Panwas Pemilu DIY, Drs Muhammad Wafiek. Ditemui di ruang kerjanya, Wafiek mengatakan, Hartono mau menggugat, pihaknya juga siap melayani. Sebab, sudah jelas dalam kampanye PKPB Hartono yang menyebut dirinya sebagai antek Soeharto juga mengajak masyarakat Yogyakarta menjadi antek Soeharto (Suara Merdeka, 15/3/2004). Sehubungan dengan pernyataan Hartono itu, Panwas Pemilu DIY sudah melaporkan masalah tersebut ke Panwas Pusat lewat surat.

Kepala Divisi Sipil dan Politik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, A Budi Hartono SH mengatakan, pernyataan R Hartono itu sebagai suatu kebohongan publik. "Itu sama dengan memutarbalikkan fakta kondisi yang sebenarnya dengan mengabaikan alam reformasi," ujarnya.(P58-58n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA