
| Jumat, 19 Maret 2004 | Berita Utama |
Polisi Selidiki Latar Belakang Korban
SEMARANG- Reserse kriminal Polwiltabes terus menyelidiki kasus hilangnya uang senilai Rp 485 juta milik Setiawan DR (43), pengusaha valuta asing (valas) di Bank Lippo, Jalan Pemuda. Meski mencium bau kejanggalan yang cukup kuat, polisi belum dapat menemukan bukti adanya rekayasa dalam kejadian itu. Dalam mengungkap kasus itu, kemarin polisi kembali memanggil tiga saksi, yakni para petugas kebersihan Bank Lippo. Namun sama dengan saksi lain yang sudah diperiksa sebelumnya, mereka mengaku tidak tahu-menahu soal hilangnya uang dalam tas di mobil Toyota RAV4 H-8011-SS milik Setyawan yang diparkir di halaman belakang bank, Rabu (17/3) sekitar pukul 15.15. Ketiga saksi mengaku tidak mendengar suara kaca mobil dipecah. Mereka juga tidak melihat seseorang yang mencurigakan lewat di sekitar halaman parkir belakang. ''Ini yang membuat kami makin curiga, karena tidak seorang pun di lokasi kejadian yang mendengar suara kaca pecah. Apa yang sesungguhnya terjadi, masih terus kami selidiki,'' terang Kasat Reskrim Polwiltabes Komisaris Wagisan, Kamis (18/3). Selain itu, polisi juga berupaya menyelidiki latar belakang korban untuk mengetahui apakah kasus itu berkaitan dengan bisnis valasnya. Kecurigaan penyidik menyebabkan pemeriksaan Setiawan dan istrinya, Monika Saridewi (44), pada Rabu (16/3) berlangsung berjam-jam. Meski ada beberapa pertanyaan yang tidak terjawab secara lugas, secara umum pemeriksaan berjalan lancar. Dari penyidikan itu terungkap bahwa tas berisi uang 50.000 dolar AS (sekitar Rp 425 juta) dan uang rupiah Rp 60 juta serta beberapa buku tabungan dan beberapa lembar cek sudah berada di dalam mobil selama dua hari. Untuk penyelidikan lebih lanjut, penyidik berencana menggelar reka ulang kasus itu. Proses rekonstruksi diharapkan bisa membantu penyidik menemukan jawaban atas beberapa kejanggalan yang ditemukan. (G3-69c) |