
| Jumat, 19 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
OP Minyak Tanah Diserbu WargaKAJEN- Operasi pasar (OP) yang dilakukan PT Pertamina untuk mengatasi kelangkaan minyak di Kabupaten Pekalongan diserbu warga. Di beberapa tempat, warga bahkan terpaksa berebut karena takut tidak kebagian. OP di Desa Simbang Wetan, Buaran misalnya, masyarakat tak mau antre, mereka berebut mendapatkan minyak. Petugas Pertamina pun harus bekerja keras melayani warga. Sebab, karcis yang sebelumnya dibagikan untuk menertibkan pembelian tak terpakai. Pembagian kupon, menurut petugas Pertamina yang ada di lapangan, ditujukan agar semua lapisan masyarakat bisa antre dengan tertib dan mendapatkan minyak secara merata. Namun semakin siang jumlah pembeli semakin bertambah dan sulit diatur, sehingga sebagian besar tidak mau lagi menggunakan girik (kupon) untuk antre membeli minyak. "Di desa kami sudah seminggu lebih sulit mencari minyak, makanya begitu ada mobil jual minyak kami cepat-cepat ke sini," ujar Rofiah (28), warga Simbang Wetan, Kecamatan Buaran. Menurut dia, jika ada warga yang bisa mendapatkan minyak saat kondisi langka seperti ini, harganya sudah naik hingga Rp 1.500/liter. "Tak heran, jika ada OP yang menjual dengan harga Rp 1.000/liter, warga langsung menyerbu," ungkapnya. (G16-17j) |