
| Rabu, 17 Maret 2004 | Sala |
Kampanye, Pedagang Bambu PanenGILINGAN- Para pedagang bambu di pasar bambu Gilingan, Banjarsari, Solo, panen selama masa kampanye ini. Omzet penjualan meningkat, keuntungan berlipat, karena banyak permintaan dan harga menjadi naik. Selama proses pemilu, apalagi saat kampanye, merupakan saat yang ditunggu-tunggu para pedagang bambu. Piranti kampanye berupa pemasangan bendera partai, umbul-umbul, spanduk, dan poster, banyak menggunakan tiang dari bambu. "Memang selama kampanye, penjualan bambu meningkat," kata Yatno, seorang pedagang bambu, kemarin. Omzet yang meningkat tidak hanya dirasakan pedagang bambu. Biasanya untuk pemasangan tanda gambar, ada pengurus partai yang ingin cepat namun hasilnya bagus. Mereka memilih menyerahkan pekerjaan tersebut kepada para pedagang. Umumnya, bambu yang digunakan untuk pemasangan bendera dan tanda gambar dibeli secara lonjoran dengan panjang lima-enam meter. Tetapi ada juga yang langsung dipotong sepanjang tiga meter di tempat penjual. "la yen niki , ingkang angsal pesenan rencang-rencang. (Kalau ini, yang mendapat pesanan teman-teman yang membantu di sini)," kata Sugeng, pembantu pedagang bambu Ny Marto, sambil menunjuk tumpukan tanda gambar yang siap dipasang. Tak Mudah Robek Di depan tempat jualan Ny Marto, ada tumpukan kain bergambar simbol salah satu parpol. Lambang partai tersebut sudah diberi tiang dan dibentangkan dengan bambu, agar bisa ditancapkan dengan kukuh, tidak mudah sobek atau rusak meski tertiup angin dan terguyur hujan. "Pancen wekdal kados ngeten niki sing ditengga bakul pring. Kathah ingkang betahke kanggo pasang gendera. (Memang masa seperti sekarang ini yang ditunggu-tunggu pedagang bambu. Banyak yang membutuhkan untuk memasang bendera)," ungkapnya. Apa ada peningkatan omzet dibandingkan dengan kampanye pemilu lalu? Baik Sugeng maupun Yatno sependapat, ada peningkatan. Mereka pun sudah mempunyai pelanggan dari parpol tertentu. Hanya ketika ditanya soal harga, Sugeng mengaku stabil dibandingkan dengan hari-hari biasa. "Harga memang kami naikkan. Saya kira ini prinsip ekonomi, sehingga permintaan naik harga juga akan naik," kata Yatno. Pedagang yang mangkal di sisi selatan Kali Anyar, tepatnya di timur jembatan Gilingan tersebut mengaku menjelang masa kampanye sudah menyiapkan persediaan sekitar 10.000 batang bambu. "Sekarang hampir habis. Tapi kalau masih ada permintaan, saya sudah siapkan pesanan lagi," imbuhnya. Untuk satu batang bambu apus, saat ini dia menjual dengan harga antara Rp 2.250-Rp 3.000. Harga itu lebih mahal bila dibandingkan dengan sebelum masa kampanye. "Kalau sebelum kampanye, saya menjual antara Rp 1.500-Rp 2.000."(sri-86s) |