
| Rabu, 17 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
ATRIBUTAkbar Disambut Massa PDI-P
TERNATE - Massa dari dua parpol yang berbeda memang tidak sepatutnya bersitegang. Bahkan, di Ternate, massa PDI-P terlihat akur ketika berpapasan dengan massa Partai Golkar. Ketika Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung tiba di Bandar Udara Sultan Baabullah, Ternate, Selasa siang, untuk berkampanye, juga disambut ribuan pendukung PDI Perjuangan yang berbaur dengan massa Partai Golkar. Kedua kelompok massa tersebut terlihat perbedaannya dari kaus yang mereka pakai dan bendera yang mereka bawa. Menurut jadwal, selain Partai Golkar, pada hari itu PDI-P juga berkampanye di wilayah itu. Massa PDI-P memadati jalan, sebagian di antaranya berbaur dengan massa dari Partai Golkar. Mereka mengiringi rombongan Akbar hingga di Pelabuhan Dufa Dufa, Ternate. (ant-29t)
Massa Lebih Suka Konvoi
JAKARTA - Ribuan kader Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDI-P) lebih menyukai melakukan konvoi atau arak-arakan di jalan daripada mengikuti kampanye tertutup di GOR Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa. "Malas Mas masuk gedung. Yang namanya kampanye ya keliling, putar-putar di jalan," kata Sutami seorang kader PDI-P di Jl Hasyim Ashari. Massa partai berlambang banteng bermoncong putih itu terlihat lebih suka berada di sepanjang Jalan Muwardi dan Jalan Hasyim Ashari. Bahkan, beberapa di antara mereka terlihat mondar-mandir di sepanjang Jl Hasyim Ashari hingga Jl Daan Mogot. Sebagian yang lain terlihat melakukan konvoi hingga Jalan Hayam Wuruk. Massa PDI-P juga tampak menggunakan bus way. Dalam kampanye di GOR Petamburan, jurkam nasional Audi Tambunan mengingatkan agar massa PDI-P tetap mencoblos partai berlambang banteng gemuk tersebut. Jurkam nasional yang lain, Muhammad Gunawan atau yang lebih dikenal dengan Gugun Gondrong membantah anggapan sebagian orang tentang pemerintahan Megawati yang jelek. "Mereka mengatakan tingkat kriminalitas dahulu lebih kecil daripada sekarang. Padahal yang benar tingkat kriminalitas sama saja," kata Gugun. Gugun yang menjadi caleg DPR-RI nomor urut 5 tersebut mengemukakan, pada saat ini kriminalitas terlihat lebih tinggi karena gencarnya pemberitaan terutama oleh televisi. Pemberitaan itu membuat seolah-olah tingkat kriminalitas menjadi tinggi.(ant-83e) |