logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 17 Maret 2004 Liputan Pemilu 2004  
Line

Bella dan Elvy Jurkam Partai Patriot

JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima surat klarifikasi dari sejumlah partai politik tentang pencantuman nama-nama yang sama untuk juru kampanye nasional. Dari enam partai yang dikirimi surat oleh KPU, baru Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Patriot Pancasila, dan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang menyampaikan penjelasan.

Sebelumnya pada 5 Maret, KPU secara resmi mengirim surat kepada Partai Golkar, Partai Patriot Pancasila, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PDK), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Damai Sejahtera (PDS). Keenam partai tersebut mengajukan nama-nama juru kampanye nasional yang juga tercatat sebagai juru kampanye di partai lain.

Partai PDK misalnya, dalam suratnya menyatakan Muchsin Alatas merupakan juru kampanye nasional dari partai tersebut karena tercatat sebagai calon legislatif DPR RI untuk Daerah Pemilihan (DP) Jakarta II dengan nomor urut 3. Namun, nama Muchsin sebelumnya juga tercatat sebagai juru kampanye nasional dari Partai Golkar. Atas dasar surat tersebut, KPU memutuskan Muchsin sebagai juru kampanye Partai PDK.

KPU juga menetapkan Lesus Winarso sebagai juru kampanye nasional PKPB setelah menerima surat dari partai tersebut yang menyebutkan dia merupakan calon legislatif PKPB untuk DP Jawa Timur. Lesus yang terkenal sebagai pelawak yang berpasangan dengan Topan, sebelumnya juga tercatat sebagai juru kampanye nasional PKB.

Melalui surat yang dikirimkan itu, KPU juga menerima penegasan soal nama artis kondang Bella Saphira. Partai Patriot Pancasila menegaskan, Bella Saphira merupakan juru kampanye nasional partai tersebut. Semula, Bella diklaim oleh Partai Damai Sejahtera (PDS).

Sementara itu, Partai Patriot mengonfirmasi bahwa penyanyi dangdut Elvy Sukaesih adalah juru kampanye nasional partai yang dipimpin Yapto Suryosumarno itu. Nama Elvy sebelumnya juga masuk dalam daftar juru kampanye nasional Partai Golkar.

Di luar nama-nama tersebut, kedudukan penyanyi asal Papua Edo Kondologit sampai saat ini masih belum jelas. Berdasarkan daftar nama juru kampanye nasional yang dikirimkan partai-partai politik peserta pemilu ke KPU, nama Edo diajukan oleh dua partai, yaitu Partai Golkar dan PDS.

Kedua partai tersebut belum memberi klarifikasi sebagaimana yang diminta KPU dalam surat yang ditandatangani anggota KPU Hamid Awaluddin.

KPU juga telah menerima surat dari PDI-P yang mencabut nama AM Hendropriyono sebagai juru kampanye nasional. (di-88j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA