logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 17 Maret 2004 Berita Utama  
Line

Sumanto Jadi Bintang Simulasi Coblosan di Rutan

Sumanto - SM/Arief Noegroho

PURBALINGGA - Masih ingat Sumanto (32), kanibalis yang mengegerkan itu? Kemarin dia menjadi ''bintang'' dalam simulasi pencoblosan Pemilu 2004 bagi napi di Rumah Tahanan (Rutan) Purbalingga. Hadir dalam simulasi itu Sudarman SSos, anggota KPU Bidang Pendidikan, Informasi, dan Kajian Pengembangan pemilu dan Hery Sulistiyono ST, anggota KPU Bidang Pemungutan Suara dan Hasil Pemilu.

Kedua anggota KPU itu secara bergantian menjelaskan mengenai lembaga-lembaga yang dipilih dalam pemilu, daftar caleg, dan calon DPD, teknis pencoblosan, serta kriteria surat suara sah dan tidak sah. Ketika 68 napi yang hadir dalam acara itu ditanya sudah paham atau belum, mereka menjawab sudah. Namun, karena tidak begitu yakin, KPU meminta salah seorang maju untuk contoh simulasi.

Secara aklamasi, para napi itu menunjuk Sumanto yang kini sedang menunggu proses kasasi setelah divonis 6 tahun penjara oleh PN Purbalingga. Seperti biasa, kanibalis yang kini terlihat lebih alim itu tersenyum lebar. Tanpa ragu-ragu, warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon itu berjalan menuju anggota KPU sambil diiringi tepuk tangan napi lain.

Dengan muka serius, anak pasangan Nuryadikarta-Ny Samen itu mencoblos surat suara di bilik suara yang disediakan. Di luar dugaan, Sumanto menyelesaikan ''tugasnya'' dengan benar. Setelah mencoblos, surat suara yang ujungnya berwarna biru langit dimasukkan ke kotak DPR RI, oranye DPRD provinsi, coklat muda DPRD kabupaten, dan putih DPD.

Sewaktu anggota KPU memeriksa hasil coblosan Sumanto, mereka tercengang. ''Kami kira dia tidak akan memahami aturan teknis pencoblosan dengan benar. Eh, ternyata Sumanto bisa. Padahal, waktu simulasi pencoblosan di halaman Pendapa Dipokusumo malah ada beberapa surat suara yang salah masuk kotak. Di sini, Sumanto benar semua,'' kata Sudarman.

Kartu Pemilih

Sumanto hanya nyengir mendengar komentar anggota KPU itu. Tanpa dikomando, para napi dan petugas bertepuk tangan. Karena penasaran, Sudarman kemudian bertanya kepada kanibalis itu, apakah dia bingung dengan tata cara pencoblosan. ''Aku ora bingung,'' jawabnya mantap.

Dalam simulasi dan sosialisasi itu terungkap, masih banyak napi yang tidak mempunyai kartu pemilih. Jika tidak mempunyai kartu pemilih, berarti mereka tidak akan diberi surat suara. Dengan demikian, mereka tidak mempunyai kesempatan ikut mencoblos.

''Namun, permasalahan ini akan diatasi. Pihak Rutan menyatakan siap berkoordinasi dengan keluarga dan desa tempat napi tinggal. Artinya, dari situ akan diketahui apakah mereka sudah didaftar sebagai pemilih atau didaftar sewaktu P4B atau masuk daftar susulan,'' ujar Sudarman. (F10-20e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA