logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 17 Maret 2004 Berita Utama  
Line

SBY Siap Hadiri Kampanye Partai Lain

JAKARTA- Mantan menko polkam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan, tidak akan berkampanye untuk partai lain di luar Partai Demokrat (PD). Namun, dia bersedia memenuhi undangan partai lain untuk hadir dalam kampanye mereka.

Hal itu dikemukakan SBY menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Alwi Shihab, Senin (15/3), yang akan mengundangnya untuk menghadiri kampanye partai tersebut di Jawa Timur pada 29 Maret.

Kepada wartawan yang mencegatnya seusai peletakan batu pertama pembangunan Musala Darussalam di Kantor Menko Polkam, Selasa (16/3), SBY menyatakan dirinya tidak mungkin bertindak sebagai juru kampanye tamu seperti keinginan Alwi. Pasalnya, nama dia telah didaftarkan ke KPU sebagai juru kampanye PD.

''Tidak bisa begitu. Sebab berdasarkan aturan kampanye KPU, seseorang tidak bisa menjadi juru kampanye lintas partai. Padahal, nama saya telah didaftarkan ke KPU sebagai juru kampanye PD,'' ungkap SBY yang kemarin bertemu dengan Mendagri Hari Sabarno sebagai penjabat baru di kantor Menko Polkam.

Dengan telah didaftarnya SBY sebagai juru kampanye PD, tidak mungkin dirinya menjadi juru kampanye partai lain. Namun, lanjut SBY, bila ada partai lain yang mengundangnya hadir dalam kampanye mereka, dia menyatakan kesediaannya memenuhi undangan tersebut. ''Saya tidak mungkin ikut kampanye di partai lain. Akan tetapi kalau diundang hadir dalam sebuah kampanye partai lain, itu sangat bisa saya penuhi,'' tutur capres PD itu.

Meskipun telah terbebas dari jabatannya sebagai menko polkam, SBY tidak akan berkampanye di banyak tempat. Sebab, namanya telah terdaftar sebagai juru kampanye nasional dari PD. Berkenaan dengan hal itu, dia akan menjalankan tugasnya sebagai bagian dari demokrasi.

Saat ditanya tentang lamaran PKB untuk menjadikan dirinya sebagai cawapres mendampingi Gus Dur, SBY yang juga dicopot dari jabatan menko polkam ketika duduk di kabinet Gus Dur pada 2001, menolak berkomentar. Alasannya, saat ini belum tepat untuk membicarakan masalah pencalonan presiden dan wakil presiden. Apalagi sesuai dengan tahapan pemilu, pada 5 April nanti akan diselenggarakan pemilu legislatif. ''Saat itu yang tepat untuk membicarakan, bagaimana membangun konsensus, bagaimana kita melakukan semacam political sharing,'' demikian Yudhoyono.

Bertemu Mendagri

Sementara itu, dalam acara serah terima jabatan menko polkam, kemarin, SBY berbicang-bincang dengan penggantinya, Mendagri Hari Sabarno, yang ditunjuk Presiden sebagai Menko Polkam ad interim. Tidak seperti acara serah terima jabatan pada umumnya, pada kesempatan itu berlangsung sangat informal layaknya pertemuan biasa.

Sebenarnya, staf di Kantor Kementerian Koordinator Polkam telah mempersiapkan secara matang acara pisah sambut antara SBY dan Hari. Namun tidak seperti direncanakan, acara itu tidak berlangsung formal karena Mendagri hanya datang sebentar menemui SBY di kantor yang akan ditempatinya, dan mendengarkan arahan SBY tentang tugas-tugas bidang polkam yang harus diteruskan penjabat baru itu.

Hari mengaku kedatangannya untuk kali pertama ke Kantor Menko Polkam terkait dengan akan segera dilakukan tugasnya sebagai menko polkam ad interim. Dia tidak keberatan dengan jabatan rangkap tersebut.

Hari menuturkan, dalam pertemuan itu mereka membicarakan masalah-masalah terkait dengan tugas-tugas di bidang polkam. ''Beliau memberi informasi terkait dengan agenda-agenda polkam yang harus diselesaikan, seperti pemilu, Aceh, Papua, teroris, dan masalah perbatasan."

SBY menyampaikan harapannya agar operasi terpadu di Aceh bisa terus dilakukan dengan efektif. Dia juga berharap keamanan di Aceh betul-betul bisa dipulihkan, sehingga pada saatnya darurat militer dapat segera dicabut. ''Aceh bisa normal, pemulihan keamanan diikuti dengan rehabilitasi sosial ekonomi,'' katanya. SBY juga berharap pemerintah akan bersungguh-sungguh dalam mengelola Aceh.

Pertemuan keduanya hanya berlangsung singkat. Tidak lama setelah itu, Hari meninggalkan kantor tersebut. Adapun SBY berkesempatan meletakkan batu pertama renovasi pembangunan masjid di lingkungan kantor tersebut.

Sesmenko Polkam Sudi Silalahi mengemukakan, SBY memang sudah lama mempersiapkan renovasi masjid itu. Jadi wajar bila dia yang meletakkan batu pertama, meski tidak lagi menjabat menko polkam.

SBY merasa bersyukur atas renovasi masjid itu yang telah berjalan satu tahun. Secara umum, dia berharap pembangunan negara dilakukan dengan baik, bersih, dan tidak ada korupsi serta penyalahgunaan.

''Karena bila dibangun dengan dana yang tidak benar, maka hasilnya tidak akan kokoh,'' ungkapnya.

Saat diminta memberikan nama masjid tersebut, secara spontan SBY menyebut nama Darussalam. ''Nama ini penuh makna, karena negeri ini butuh kedamaian dan keselamatan,'' jelas dia. (A20-69j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA