
| Rabu, 17 Maret 2004 | Berita Utama |
Wabah Flu Burung Turun DrastisYOGYAKARTA- Perkembangan terakhir virus flu burung (Avian influenza) sampai dengan pertengahan Maret menurun cukup berarti. Berdasarkan catatan terakhir, penyebaran virus di 84 kabupaten pada 11 provinsi beberapa waktu lalu, kini telah turun menjadi 18 kabupaten di enam provinsi. Adapun lima provinsi yang sudah tidak ada laporan kasus baru sejak Februari lalu adalah Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Kalimantan Selatan. Jumlah kematian ternak unggas yang terjadi mulai akhir Januari sampai akhir Februari di provinsi yang tertular, yaitu Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, berjumlah 967.000 ekor. ''Pada bulan sebelumnya tercatat jumlah kematian 1,2 juta ekor, sehingga total kematian Agustus 2003 sampai akhir Februari 2004 adalah 6,2 juta ekor,'' jelas Menteri Pertanian Bungaran Saragih pada Lokakarya Penanggulangan Penyakit Afian Influenza di Hotel Jayakarta, Selasa (16/3). Lebih jauh Bungaran Saragih mengemukakan, berdasarkan pantauan lapangan, konsumsi unggas, seperti daging ayam dan telur, menunjukkan angka di atas 95% dari konsumsi normal. Hal itu menggambarkan kembalinya tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk-produk unggas (daging dan telur). Karena itu, lanjut Menteri Pertanian, kebutuhan vaksin dalam upaya penanggulangan Avian influenza untuk enam bulan ke depan mulai Januari lalu diperkirakan 542,6 juta dosis. Jika dibandingkan dengan kemampuan produsen lokal, diperkirakan akan terjadi kekurangan 352,4 juta dosis. Selanjutnya untuk mengatasi kekurangan tersebut, telah direncanakan impor vaksin dalam waktu dan jumlah terbatas. Dalam upaya memantau pelaksanaan vaksinasi di lapangan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah, antara lain meningkatkan pengawasan peredaran obat hewan ilegal dan yang melaksanakannya adalah pemprov dan pemkab/pemkot .(sgt-69j) |