logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 17 Maret 2004 Berita Utama  
Line

Sumur Minyak Bocor, 100 KK Diungsikan

JAKARTA- Sebuah sumur minyak milik Pertamina di Bekasi bocor. Akibatnya, 100 KK yang tinggal di dekat sumur diungsikan. Menurut Manajer Humas Pertamina Hanung Budya, kebocoran itu terjadi pukul 09.00 WIB, Selasa, di bagian "silang sembur sumur" di sumur PDP 01 Pondok Tengah di Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Untunglah tidak ada api dalam kebocoran itu. Jadi, tidak seperti yang di film-film itu," kata Hanung.

Saat ini pihaknya berusaha menutup sumur yang bocor itu dan menutup aliran minyak yang menyembur dan bertumpahan. Semburan minyak itu, kata Hanung, tidak terlalu tinggi. "Kami berusaha melokalisasi aliran minyak supaya tidak mengotori lingkungan," katanya.

Jika ada kebocoran, sesuai dengan prosedur, pihaknya mengungsikan warga dalam radius 1,5 km. "Kita sudah berkoordinasi dengan aparat agar warga tidak mendekat ke lokasi," katanya.

Lalu apa penyebab kebocoran itu? "Kami sedang selidiki. Perlu penelitian untuk mengetahuinya," jawab Hanung. Pihaknya membutuhkan waktu 1-2 hari untuk menanggulangi kebocoran itu. "Yang bikin sulit itu jika muncul api. Tapi ini mudah-mudahan tidak ada apinya," ungkap Hanung.

Ditambahkannya, kebocoran di sumur minyak adalah hal biasa. "Ini peristiwa normal. Tapi, karena tempatnya di samping Jakarta, jadinya ya bikin ramai. Namun ini tidak menimbulkan pencemaran serius," jelas Hanung.

Semburan Liar

Sementara itu, menurut siaran pers Pertamina, terjadi semburan liar di sumur PDT-01 Pondok Tengah Bekasi pada Selasa pukul 09.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan sedang dilakukan pengamanan lokasi, serta upaya untuk menghindari terjadinya gangguan kepada masyarakat sekitar, termasuk rencana evakuasi penduduk bila diperlukan. Upaya penanggulangan yang telah dilakukan adalah memindahkan Rig dari lokasi sumur serta mengatasi semburan liar dengan menutup/mematikan sumur.

Semburan liar terjadi 30 menit setelah ada kebocoran pada X-tree (silang sembur) di kepala sumur. Sumur ini sedang menjalani program Kaji Ulang Pindah Lapisan (KUPL) untuk membuka dan mulai memproduksi lapisan di selang kedalaman 1898 - 1910 meter.

Operasi sumur yang menggunakan Rig Taylor II milik Pertamina ini sebelumnya terjadi semburan telah memasukkan rangkaian produksi tubing 2 7/8 inchi dan melakukan setting packer (alat penahan aliran minyak & gas) di kedalaman 1876 meter.

Setelah itu, dilakukan pembongkaran Blow Out Preventer (BOP) unit/ unit pencegah blow out dan memasang silang sembur. Ketika dilakukan pengaliran produksi (swab) terjadilah kebocoran pada silang sembur di permukaan.

Sumur PDT-01 kali pertama di tajak/bor pada 13 Juni 2003 dan mencapai kedalaman akhir di 2311 meter pada 15 Oktober 2003. Uji yang dilakukan sebelumnya di selang kedalaman 1898 - 1910 diperoleh aliran gas sebesar 1,65 juta kaki kubik per hari dan 1.428 barel minyak. (dtc-58t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA