
| Rabu, 17 Maret 2004 | Berita Utama |
139 Rumah Terbakar di Sunter, Satu TewasJAKARTA- Sebanyak 139 rumah terbakar di Kampung Muara Bahari, Kecamatan Tanjungpriok, Sunter Agung di Jalan RE Martadinata Jakarta Utara. Dalam peristiwa ini dipastikan satu tewas. "Yang diketahui meninggal ada satu orang. Dia adalah Ibu Suci (72) warga RT 20. Pada saat kejadian dia sakit dan tidak bisa berjalan. Dia tewas di rumahnya," ungkap Kepala Kelurahan Sunter, Agung A Hariadi, di lokasi kejadian, Selasa. Dia mengemukakan, saat ini sudah disediakan posko terpadu di Masjid Al Mutakin di RT4 RW 1 dan bantuan pangan. Berdasarkan data, 139 rumah yang terbakar itu terdiri atas 55 rumah di RT 1, 80 rumah di RT 20, dan empat rumah di RT 21. Dipadamkan Setelah dua jam membakar lokasi itu, api dapat dipadamkan. Api diduga kuat dari kompor minyak warga bernama Daeng Bake (50). Dia pun kini diperiksa di Polres Jakarta Utara. "Kami dapat memadamkan api dalam dua jam. Api mulai berkobar pukul 12.30 dan sudah padam pukul 14.30," ungkap Kepala Sub-Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Joni Aryoni di lokasi kebakaran. Dia menuturkan, 31 unit pemadam terlibat saat menjinakkan si jago merah. Perinciannya, Dinas Pemadam Jakarta Utara mengerahkan 16 unit, Jakarta Barat 1 unit, Jakarta Timur 2 unit, Jakarta Pusat 8 unit, dan Kantor Pusat Dinas Pemadam 4 unit. "Beberapa unit terhambat karena terhalang massa yang berkampanye. Di lokasi, angin besar, jalan sempit, dan bahan mudah terbakar menghalangi proses pemadaman api," katanya. Ketua RT 20 Hasyim yang rumahnya juga habis terbakar akan meminta bantuan Pemda agar menyediakan tenda dan penerangan untuk malam nanti. Asep, warga, mengaku melihat api seusai shalat zuhur. "Api langsung membesar. Warga hanya bisa menyelamatkan dan membawa barang seadanya," ucapnya. Hingga pukul 16.15, warga masih membongkar puing-puing untuk mencari barang-barang yang masih bisa dipakai. Kawasan itu memang padat perumahan dan penduduk. Jalan berupa gang dan tidak bisa dilewati satu mobil. (dtc-58j) |