
| Rabu, 17 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Awak Bus Blokir Jalan Terboyo
GENUK-Aksi unjuk rasa berkaitan dengan jalan yang rusak di Jalan Terminal Terboyo kembali terjadi. Aksi yang berlangsung Selasa (16/3) tak hanya dilakukan awak bus, tetapi juga ratusan pedagang yang biasa berjualan di terminal tersebut. Mereka yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Terminal Terboyo (FKWTB) mengajukan beberapa tuntutan, antara lain meminta Pemkot segera memperbaiki jalan, meminta petugas terkait menghilangkan terminal bayangan yang muncul di ujung jalan masuk Terboyo, memperbaiki lampu dan menambah lampu penerang jalan, serta meninjau kembali keberadaan Pos Satlantas Terboyo. Aksi diawali sekitar pukul 08.00. Mereka memblokir jalan masuk ke terminal dengan memasang balok-balok kayu melintang di tiga titik. Dua titik di pertengahan jalan terminal, tepat di depan pertokoan Terboyo, dan satu titik di pertigaan jalan masuk pool bus kota, tepat di depan Pos Dinas Perhubungan. Dua spanduk besar bertulisan tuntutan kepada Pemkot Semarang dipasang melintang. Isi tulisan itu, ''Perbiki Jalan Keluar-Masuk Terminal'', ''Hilangkan Terminal Bayangan'', ''Pasang Lampu Penerang Jalan Terminal'' dan ''Tinjau Kembali Pos Polisi Poltas Bangjo.'' Aksi itu membuat ratusan bus yang hendak memasuki terminal harus memutar balik di ujung pertigaan Terboyo. Adapun ratusan bus yang telanjur masuk terminal tidak bisa keluar. Namun, para awak bus akhirnya mendukung aksi tersebut. Mereka memarkir kendaraannya di kompleks terminal. Selanjutnya, sebagian dari mereka mengikuti aksi demo. Semakin siang, jumlah kru bus dan pedagang yang melakukan aksi demo bertambah banyak.
Kepala Dinas Perhubungan H Andi Agus Wandono dan Kapolsek Genuk AKP Wasidi berusaha melakukan dialog dengan mereka. Keduanya membujuk awak bus dan pedagang agar tidak memblokir jalan. Setelah melalui dialog cukup alot, akhirnya massa bersedia membuka pemblokiran di dua titik. Namun, penghalang di depan Pos Dishub tetap dipertahankan. Sekitar pukul 10.30, dengan menggunakan enam bus, mereka memutuskan mendatangi Balai Kota. Anggota SPSI SPTI Tugiman mengatakan, seluruh awak bus jengkel terhadap sikap Pemkot Semarang yang hanya mengobral janji akan memperbaiki jalan ke terminal. Kenyataan, hingga sekitar setahun ini janji memperbaiki tak kunjung terealisasi. Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Terminal Terboyo Mustofa menambahkan, banyaknya bus yang enggan masuk terminal memengaruhi pendapatan pedagang. Hal itu, karena penumpang memilih turun di ujung jalan masuk. Dibeton Pemkot Semarang kembali berjanji akan memperbaiki jalan masuk ke Terminal Terboyo. Konstruksi jalan aspal yang kerap rusak tersebut, rencananya bakal diganti dengan konstruksi beton bertulang, sehingga tahan terhadap gerusan air. Sebagai perbandingan, jalan itu nanti dibuat seperti Jalan Ronggowarsito yang menuju Pelabuhan Tanjung Emas. Janji itu disampaikan oleh Pemkot dalam pertemuan dengan perwakilan Forum Komunikasi Warga Terminal Terboyo. Di antara anggota forum tersebut terdapat PPJ dan SPSI Terminal Terboyo. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Sekda, Selasa (16/3). Perwakilan Forum Komunikasi Warga Terminal Terboyo itu mewakili ratusan warga terminal yang mendatangi Balai Kota, setelah sebelumnya mereka melakukan unjuk rasa di jalan masuk ke Terminal Terboyo. Mereka berniat menemui Wali Kota untuk menyampaikan tuntutannya. Namun, mereka hanya ditemui oleh para pembantu Wali Kota. Dalam dialog tersebut, Pemkot diwakili Asisten I Drs Sumarmo dan Asisten III Sekda Drs Hadi Purwono, Kepala Dinas Perhubungan H Andi Agus Wandono dan beberapa dinas teknis terkait. Merespons Secara detail Drs Sumarmo menjelaskan, Pemkot merespons tuntutan tersebutnya. Pemkot merencanakan membeton jalan masuk ke terminal itu dan ditinggikan 70 cm. ''Ini untuk mengimbangi jalan sebelahnya yang dimiliki PT SIBA yang telah ditinggikan,'' katanmya. Jalan yang bakal dibeton itu sepanjang 750 meter dan lebar 14 meter atau hingga jalan yang telah dibeton sebelumnya. Untuk membangun konstruksi tersebut, Pemkot akan mengajukan permohonan bantuan anggaran ke Pemerintah Provinsi Jateng tahun ini. ''Pemkot mengajukan permintaan bantuan Rp 6,3 miliar. Mudah-mudahan Pemprov menyetujui, apakah itu bantuan lewat 2P0A atau Instruksi Gubernur. Pemkot tentu menyediakan dana juga,'' tandasnya.(G5,G17,H1-63,45k) |