logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 17 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Grobogan Kembali Langka Minyak Tanah

  • Pemkab Siapkan Operasi Pasar

GROBOGAN - Untuk kali kesekian minyak tanah kembali sulit ditemukan di Kabupaten Grobogan. Pemkab saat ini ancang-ancang menggelar operasi pasar, jika kelangkaan minyak tanah itu tidak segera teratasi dalam waktu dekat ini.

''Bila kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Grobogan belum juga teratasi dalam waktu dekat, kami siap menggelar operasi pasar. Kami sudah membentuk tim yang terdiri atas Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag), Bagian Perekonomian, dan Polres. Tim akan mengkaji terlebih dahulu mengenai kelangkaan minyak tersebut,'' kata Kepala Bagian Perekonomian Ir M Hidayat, kemarin.

Dia mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah tersebut, ada beberapa solusi yang disiapkan. Antara lain pendistribusian dilakukan secara silang, yaitu bila tempat lain mengalami kelebihan, minyak dialihkan ke daerah yang kekurangan.

''Selain itu, dimungkinkan digelar operasi pasar. Meski demikian, operasi tersebut akan dilaksanakan di daerah yang sangat membutuhkan, terutama daerah pinggiran.''

Bayar Subsidi

Namun bila kondisinya sangat mendesak, Pemkab akan meminta tambahan minyak tanah ke pusat. Sebenarnya bila Pemkab mempunyai uang yang cukup, bisa meminta tambahan minyak tanah. ''Itu dengan catatan subsidi yang diberikan pemerintah Rp 1.100 per liter tersebut harus dibayar oleh Pemkab. Pertamina sebenarnya siap asal ada dananya,'' katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, yang terjadi di Kabupaten Grobogan itu bukan kelangkaan, melainkan jumlah permintaan banyak sementara pasokannya tidak mencukupi. ''Minyak yang seharusnya habis lima hari ternyata dalam waktu enam jam sudah habis,'' katanya.

Hidayat mengatakan, hingga kemarin tim tersebut juga tidak menemukan penimbunan minyak tanah. ''Tidak tertutup kemungkinan jika ada agen ataupun pangkalan yang nakal akan ditindak tegas, seperti dicabut izinnya,'' tandasnya.

Kelangkaan tersebut, kata dia, disebabkan banyak yang beralih menggunakan minyak tanah. Selain karena musim hujan warga masyarakat yang semula menggunakan kayu bakar beralih ke minyak tanah, juga karena harga gas elpiji naik. Karena itu, masyarakat diimbau menggunakan minyak tanah secukupnya dan tidak perlu menimbun. (H3-84c)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA