logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 17 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Mebel Jateng Sumbang 30% Ekspor Nasional

SEMARANG-Ekspor mebel Jateng berperan besar karena menyumbang 30% lebih dari total nilai ekspor Indonesia sebesar 1,6 miliar dolar AS selama 2003, yakni sekitar 500 juta dolar AS.

Hal itu mengindikasikan industri permebelan provinsi ini memiliki potensi ekspor lebih tinggi daripada daerah lain. "Industri permebelan Jateng telah dijadikan percontohan bagi perkembangan industri sejenis di provinsi lain," kata Menperindag Rini MS Soewandi seusai penandatanganan kesepakatan kerja sama pendirian terminal bahan baku kayu di Kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan Semarang, kemarin.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Kadinda H Soendoro, pengurus Asmindo Pusat dan Jateng, pejabat Perum Perhutani Jateng, dan pengurus asosiasi usaha dan profesi lain.

Pada kesempatan itu juga dimulai sosialisasi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) di Jateng untuk memperlancar pengangkutan dan distribusi kayu legal.

Rini menyebutkan, pada tahun ini pihaknya memberi target Jateng mampu meningkatkan jumlah ekspor mebel 15% dari tahun lalu. Melihat produksi mebel provinsi ini yang di pasar ekspor terkenal memiliki competitive capability tinggi target tersebut bisa tercapai.

Dia mengingatkan agar industri mebel jangan hanya berorientasi pada ekspor yang akhirnya hanya dimanfaatkan oleh konsumen luar negeri. Potensi pasar dalam negeri sangat tinggi karena jumlah penduduk sekitar 220 juta jiwa.

Bahan Baku

Masalah yang dihadapi oleh pengusaha mebel, lanjut dia, terletak pada bahan baku kayu yang sulit didapat. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin industri mebel Indonesia yang berbasis kayu akan terpuruk.

"Karena itu, saya sangat apresiatif terhadap kerja sama membangun terminal bahan baku kayu yang akan dilaksanakan oleh Asmindo Jateng dan Perum Perhutani Unit I dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jateng," tuturnya.

Dia menyebutkan, keberadaan terminal bahan baku kayu di Jateng merupakan salah satu upaya mengembangkan industri mebel berbasis penggunaan baku kayu secara optimal. Selain itu, juga dapat mengambil dan memanfaatkan kayu dari daerah lain.

Gubernur H Mardiyanto mengatakan, sudah ada beberapa lokasi yang siap dijadikan terminal bahan baku kayu. Namun, kepastiannya akan ditentukan oleh Asmindo dan Perum Perhutani Unit I sebagai pelaksana.

Dengan terminal itu, ujar dia, diharapkan ketersediaan dan distribusi kayu baik untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga terpenuhi secara baik dan berkualitas dengan harga yang sesuai.

Terminal tersebut juga akan menampung kayu-kayu dari luar Jateng dan dilengkapi gudang serta unit penggergajian.

Setelah acara di Semarang selesai Menperindag mengunjungi Jepara. Di Kota Ukir itu dia meninjau beberapa sentra industri mebel. Selain itu, berdialog dengan para pengusaha mebel serta pekerjanya. (H2,G1,kar-53e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA