
| Rabu, 17 Maret 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Tebing Longsor Menimpa Enam RumahKEBUMEN - Tebing yang dihuni warga di Dusun Widarapayung Desa Widoro Kecamatan Karangsambung Kebumen, Selasa kemarin sekitar pukul 08.00 longsor menimpa enam rumah. Belasan warga kini mengungsi ke tempat saudara terdekat. Longsoran akibat akar pohon bambu yang ambrol disertai tanah berlumpur dari tebing itu melanda rumah Mulyadi, Kasino, Sudarso, Sanrosid, Muzaki dan Sawiyem. Mereka warga RT V RW IV Dusun Widarapayung yang lokasinya di dataran tinggi. Menurut Mustolih (55), warga setempat sore kemarin, peristiwa tanah bergerak itu terjadi tidak seketika, namun perlahan. Diduga penyebabnya lantaran hujan lebat malam sebelumnya. Sebenarnya pagi itu hanya gerimis. Namun dari balik bukit warga memergoki ada longsoran kecil. Pelan-pelan, longsoran tersebut terus meluas. Warga segera memerintahkan anak-anak dan wanita untuk segera meninggalkan rumah. Tenyata benar, tak berapa lama lereng yang dipenuhi bambu itu ambrol menimpa tiga rumah dan mengancam tiga rumah lainnya. Kondisi paling parah menimpa rumah Mulyadi. Rumah seisinya tertimpa longsoran. Tidak ada korban jiwa, kecuali seorang warga yang terkilir tangannya saat berusaha melarikan diri namun tertimpa kayu atap depan rumah. Bantuan Marto Suwito, Kades Widoropayung, yang ditemui di lokasi menjelaskan, pihaknya telah melaporkan bencana tanah longsor tersebut ke Pemkab. Bahkan sudah ada bantuan bahan makanan dari Bagian Kesra, serta sore kemarin dari PMI Cabang Kebumen. Kepala Markas Cabang PMI, Subadiyo, didampingi Heru Wardoyo meminta warga lebih baik untuk sementara meninggalkan rumahnya sebelum ada penanganan. Sebab masih ada kemungkinan terjadi longsor susulan. Terutma bila ada hujan. Pihaknya telah menyerahkan bantuan mi instan dan beras serta membuka dapur umum. PMI Cabang juga meminta bantuan ke PMI Daerah Jateng.(B3-76) |