
| Rabu, 17 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Ribuan Hansip Tuntut PekerjaanSLAWI- Sebanyak 10.318 hansip atau yang kini berubah nama menjadi perlindungan masyarakat (linmas) di Kabupaten Tegal, menuntut Polres Tegal mencarikan pekerjaan tetap. Mereka mengaku hidup serba kekurangan, padahal pekerjaan cukup berat. Tuntutan itu menyembul ke permukaan, Senin (15/3) lalu ketika Kapolres Tegal AKBP Drs Moch Iriawan MM mengajak berdialog dengan puluhan ribu anggota linmas, seusai upacara penyerahan seragam personel tersebut di GOR Tri Sanja, Slawi. Mereka menuntut pekerjaan, karena tugas-tugas sebagai linmas telah banyak menyita waktu. Tidak mengherankan banyak personel tidak bisa mencari penghasilan tambahan di luar jam kerja. Mereka hanya mengandalkan uang transpor, setelah melaksanakan tugas. Hal tersebut membuat kondisi ekonomi mereka sangat memprihatinkan dan menuntut pihak polres mencarikan pekerjaan agar bisa menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Selain menuntut pekerjaan, mereka menanyakan kapan mulai bertugas mengamankan pencoblosan pada pemilu, juga berapa besar honor yang bakal diterima. ''Kami siap membantu pengamanan pemilu. Tapi mulai kapan bertugas dan berapa honornya?'' kata Warsip, anggota linmas asal Kecamatan Margasari. Watno, linmas Kecamatan Warureja mengatakan, sudah jadi personel linmas cukup lama. Namun belum memiliki KTA. Dia minta Kapolres segera menguruskan kepemilikan kartu itu, yang sampai kini juga belum dimiliki sebagian besar anggotanya. Darto dari Kecamatan Kedungbanteng berbicara lebih keras lagi. Dia secara lantang mengkritik tayangan sinetron di televisi swasta. Linmas, kata dia, sering mendapat peran yang memalukan. Terkena Imbas Kondisi tersebut membuat pihaknya terkena imbas. Sosoknya di tengah masyarakat kurang mendapatkan tempat yang layak. Menjadi linmas kurang dihormati, padahal apa yang dilakukan adalah pengabdian besar kepada bangsa. Apalagi saat proses pemilu seperti sekarang. Menjawab ''serbuan'' pertanyaan keras itu, Kapolres Tegal justru tersenyum. ''Sudah saya duga soal tuntutan honor. Yang jelas, seragam saja dikasih, mosok honor nggak. Jadi jangan khawatir. Tunggu saja nanti,'' tandas AKBP Drs Moch Iriawan MM. Menurut dia, seandainya honor linmas Rp 15.000/hari maka tinggal dikalikan berapa hari bertugas. Pihaknya mengaku ingin memberikan honor tinggi terhadap personel, tapi semua dikembalikan kepada anggaran yang tersedia. Dan, itu yang mengurus adalah pihak Pemkab Tegal. ''Nah, soal pekerjaan jangan khawatir,'' tutur Kapolres yang disambut tepuk tangan bergemuruh. ''Sejalan bakal pergantian bupati, saya akan berbicara dengan bupati terpilih. Kalau dia sudah dilantik jadi bupati definitif. Dia baik kok. Pasti kalian yang telah berbuat baik akan diperhatikan oleh bupati,'' paparnya. Menyinggung kewibawaan, penampilan linmas dari tahun ke tahun sudah ada perbaikan. Sebagai contoh, seragam yang dibagikan adalah buatan pabrik tekstil di Kabupaten Sukoharjo. Pabrik tersebut pernah membuat seragam tentara NATO. ''Jadi seragam linmas juga standar dengan NATO, sehingga penampilannya juga tambah keren. Seragam ini bantuan Kapolri,'' kata Kapolres Tegal. Dia menambahkan, saat ini dari 10.318, sebanyak 7.048 telah mendapatkan seragam baru. Sisanya 3.270 yang belum berseragam, bakal mendapatkan bantuan dari Kapolri 7.878 buah. Sisa bantuan itu 4.608 buah digunakan untuk cadangan jika ada penambahan personel atau membantu jika ada seragam yang sudah tidak layak pakai.(D12-17s) |