
| Rabu, 17 Maret 2004 | Jawa Tengah - Muria |
Ditinggal Pinjam Motor, Istri Bunuh DiriJEPARA - Kasus bunuh diri Fitriana alias Pipit (17), warga Desa Petekeyan, Tahunan, Jepara, Senin lalu, masih diselidiki. Polisi menemukan adanya kejanggalan, sehingga tidak tertutup kemungkinan penyebab kematian korban karena penganiayaan. "Korban meninggal akibat bunuh diri. Ini fakta yang sekarang ada. Walau begitu anggota kami memang melakukan penyelidikan untuk menjawab dugaan kemungkinan korban meninggal akibat penganiayaan," kata Kapolres Jepara AKBP Fakhrizal didampingi Kasat Reskrim AKP Sugiyanto, Selasa kemarin. Untuk mengungkap kasus itu, kemarin penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Toib (25), suami pipit. Saksi yang diperiksa dari pihak keluarga dan tetangga. Kepada polisi, Toib menuturkan. Senin pagi saat dia dan istri sedang makan kedatangan Sulasmi (25), warga Desa Krapyak, Tahunan. Setelah ditanya, Sulasmi menjelaskan datang untuk menagih utang, sebab Pipit pinjam uang Rp 50.000 dan sprei, satu bulan lalu. Karena Pipit mengaku tak punya uang, Sulasmi urung menagih. Sprei warna abu-abu juga tak jadi diambil, karena masih dipakai di tempat tidur. Setelah Sulasmi pulang, Toib bertanya kepada istrinya, ada masalah apa. Dijawab tak ada apa-apa. Ketika dikejar soal penagih utang, lantas menata pakaiannya dan minta diantar ke rumah orang tuanya di Mantingan (di sebelah selatan Desa Krapyak). Toib lantas pergi menuju rumah famili yang berjarak sekitar 50 meter, untuk pinjam motor. Namun, ketika kembali, rumah sudah terkunci dari dalam. Dia lantas minta bantuan Menggantung Supriyanto (16), tukang kayu yang bekerja rumah Amron, dekat rumah keluarga Toib. Ketika Supriyanto masuk lewat jeruji kayu di atas jendela yang mudah dijebol, dia melihat Fitriana menggantung dengan leher terlilit kabel. Setelah masuk sampai dalam, Supriyanto membuka pintu. Supriyanto memanggil Mukli (ayah Toib), dan Amron serta istrinya, Nursih. Jenazah Pipit yang masih hangat diturunkan suami-istri itu. Namun, ketika diperiksa denyut nadinya sudah tak ada. Para saksi, walau tinggal sangat dekat dalam jarak antara 5 dan 8 meter dari tempat kejadian, mengaku tidak mendengar suara mencurigakan, sesaat sebelum Pipit ditemukan tewas gantung diri. Sebab, pendengaran mereka terhalang bunyi gergaji mesin. Setelah memeriksa tempat kejadian, dan kondisi mayat pipit, polisi menemukan hal yang mencurigakan. Misalnya, tiga lilitan kabel di leher korban adalah simpul mati. Ditemukan tanda memar di jari korban, yang diperkirakan untuk menahan kabel yang melilit leher.(kar-42) |