
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Anak-anak SD Ikut KampanyeSEMARANG-Kampanye partai politik kelompok I tingkat Kota Semarang berlangsung di sejumlah lokasi. Lima parpol mendapat jatah kampanye, yakni PNI Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Merdeka, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Meski sebagian parpol hanya akan menggelar pertemuan terbatas dan tatap muka, kenyataannya massa meluber sampai ke luar. Sejumlah kader atau simpatisan parpol yang berkampanye juga melibatkan anak-anak seusia SD dalam kegiatan tersebut. Padahal Komnas Perlindungan Anak sudah mengingatkan parpol agar tidak melibatkan anak dalam berkampanye. Sebab anak-anak bukan sasaran atau sebagai pemilih pemula yang berusia 17 tahun. Jika alasannya untuk pendidikan politik, bukanlah proses yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan psikomotorik dan psikologi anak. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, banyak anak-anak yang dilibatkan dalam kampanye PPP di Balai Kelurahan Mangunsari Kecamatan Gunungpati. Begitu juga dengan PBB yang menggelar kampanye di Balai Kelurahan Ngaliyan Kecamatan Ngaliyan. Ada yang diajak orang tuanya naik sepeda motor. Selain itu, banyak juga yang beramai-ramai dengan simpatisan parpol yang sudah dewasa, naik mobil bak terbuka dan mengambil posisi di depan atau samping. Kampanye PPP untuk daerah pemilihan (DP) Semarang 5 (Gunungpati, Banyumanik, dan Gajahmungkur) itu menampilkan jurkam, antara lain Habib Ikhsanudin, H Joko Kertopati, Zainal Abidin, H AY Sujiyanto SAg, dan H Ali Mu'thi Abror. Dalam orasinya, Pj Ketua DPC PPP Kota Semarang H Ali Mu'thi Abror mengingatkan kembali mengenai komitmen pemberantasan KKN. Barongsai Kampanye Partai Merdeka di lapangan Sambirejo Kecamatan Gayamsari dimeriahkan kesenian barongsai dan liong. Ratusan kader partai pimpinan Adi Sasono yang mengenakan kaus partai, sebagian bertuliskan nama caleg. Massa berasal DP Semarang 3 (Genuk, Gayamsari, dan Pedurungan) dan sebagian dari daerah DP Semarang 2 (Semarang Utara, Semarang Tengah, dan Semarang Timur). Mereka mengusung bendera partai sambil meneriakkan yel-yel untuk memompa semangat massa. Kader partai berlambang bulatan hijau itu digembleng oleh jurkam lokal, yaitu caleg dari Kota Semarang. Perjalanan berangkat dan sepulang dari lokasi kampanye, kader partai melakukan arak-arakan sepeda motor. Ketua DPD Partai Merdeka Kota Semarang Rohadi Sukardi menuturkan partainya memprogramkan ekonomi kerakyatan untuk mengatasi krisis ekonomi. Bangkitnya ekonomi rakyat kecil dipandang bisa membangkitkan tingkat perekonomian. PNI Marhaenisme mendapat tempat lokasi di GOR Yadora Pantai Marina. Namun, tak seorang pun yang mendatangi lokasi kampanye itu. Sejumlah wartawan yang hendak meliput kampanye itu kecele karena tak ada kerumunan massa untuk berkampanye. Menurut Ketua DPC PNI Marhaenisme Edi Kasno, partainya lebih suka berkampanye dengan partai lain. Sementara itu, dengan mengusung tema kerakyatan, PBSD melakukan kampanye di halaman parkir Stadion Diponegoro Jalan Mangunsarkoro. Kampanye terbuka ini diikuti oleh lebih kurang 500 kader partai politik pimpinan Muhtar Pakpahan ini. (G7,G1,G17,H1-64) |