
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Tak Sabar Pasang Alat PeragaSEMARANG- Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Jateng menilai, secara umum kampanye hari pertama masih kondusif dan berlangsung damai. Namun para peserta pemilu, khususnya dari partai politik cenderung tidak sabar menunggu waktu pemasangan alat peraga. Ketua Panwas Pemilu Jateng Nur Hidayat Sardini menyayangkan, masih banyak partai yang tak mau menunggu waktu. ''Mereka ini tidak sabaran. Hanya kurang dua atau tiga jam, bahkan beberapa menit sudah mulai memasang bendera dan atribut lainnya,'' ujar dia, Jumat (12/3). Mestinya, tutur Sardini, pemasangan baru boleh dilakukan setelah lewat tengah malam, yakni Kamis (11/3) pukul 00.01. Namun yang terjadi pada kota/kabupaten di Jateng, pemasangan alat peraga dilakukan sebelum itu. Menurut dia, seharusnya Pemilu 2004 menjadi momen yang tepat bagi partai politik untuk menegakan hukum. Dengan begitu, bukan hanya masyarakat kecil yang harus patuh pada aturan. Kesadaran harus tunduk pada aturan hukum, ujarnya, bukan hanya monopoli masyarakat biasa. Namun partai juga demikian, sehingga tidak pandang bulu. Dia menilai, tampaknya masih ada kesan hukum akan ditaati ketika ada yang mengawasi langsung di depan mata. Misalnya seseorang akan tertib berlalu lintas ketika di dekatnya ada polisi atau orang tidak ngebut saat ada ''polisi tidur'' di jalan. Dari sejumlah panwas di kabupaten/kota, pihaknya sudah mendapat laporan tentang pelanggaran administratif tersebut. Karena hanya administratif, maka diteruskan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). ''Saya sedih betul. Padahal, pemilu merupakan kesempatan menyadarkan diri untuk taat pada aturan hukum,'' tandas dia. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka di sejumlah kota/kabupaten, para kader partai sudah mulai memasang bendera dan atribut lain di beberapa jalan protokol mulai pukul 19.00. Namun, ada juga partai yang taat aturan dengan memasang setelah lewat tengah malam. (G7-58j) |