
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
ATRIBUTKedinginan, Massa BubarSURABAYA - Kampanye Golkar di Surabaya berlangsung di bawah guyuran hujan. Mungkin karena kedinginan, meski jurkam masih semangat berorasi, pendukung partai berlambang beringin itu meninggalkan lokasi. Kampanye digelar Jumat kemarin, di Lapangan Mundu, Tambaksari, Surabaya. Sejak pukul 13.30 WIB, saat kampanye dimulai, hujan sudah turun. Namun massa tak peduli. Mereka terus berdatangan dengan truk atau pun mobil pribadi. Mereka lantas berhujan-hujanan mendengarkan orasi jurkamnas Golkar, Joko Soebroto, yang juga mantan Pangdam Jawa Timur. Usai mendengarkan orasi, kader Golkar bergoyang bersama artis dangdut lokal yang sengaja ditampilkan secara selang-seling dengan orasi. Namun rupanya setelah sekitar 1 jam hujan tak juga reda, massa tak tahan lagi. Mungkin karena kedinginan, mereka berangsur meninggalkan lokasi. Mereka tak peduli lagi masih ada jurkam yang tengah berorasi. (dtc-29)
Mega Ajari Nyanyi Kadernya
GIANYAR - Ketua Umum PDI-P Megawati cuma tampil 20 menit dalam kampanye di Lapangan Astina Raya, Gianyar, Bali, Jumat (12/3/2004). Di akhir pidatonya, dia mengajari puluhan ribu kadernya sebuah nyanyian. Ingin tahu nyanyiannya? Begini syairnya: "Bundar bundar bundar pasti bulat. Bulat bulat bulat itu bundar. Bulat bulat PDI Perjuangan...," Mega menyanyi diiringi musik seadanya. "Saya juga bisa nyanyi kan?" kilah Mega pada massanya. Setelah diajari, kader PDI-P ikut menyanyikan lagu itu. (dtc-29) |