
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Pemilu 2004Belum Dihitung Biaya Pengiriman LogistikJAKARTA - Dengan adanya bantuan TNI dan Pemerintah Daerah (Pemda), seluruh kebutuhan logistik Pemilu 2004 diyakini akan tiba di KPPS 10 hari sebelum hari pencoblosan. Guna mewujudkan target ini, KPU tidak akan melakukan pelipatan kertas suara yang semula direncanakan akan dilakukan di daerah-daerah. Selain itu, demi menghemat waktu, bolong-bolong pada kertas suara yang sudah dicetak tidak akan dihilangkan. Hal itu dikemukakan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin yang bersama dua anggota KPU, Valina Singka Subekti dan Chusnul Mar'iyah melaporkan perkembangan pengadaan serta distribusi logistik Pemilu 2004 di Media Center KPU, Jumat malam. ''Untuk pengiriman logistik ini, kita akan minta kepada TNI di seluruh daerah guna mengerahkan segala fasilitas peralatan militer, baik angkutan darat maupun udara. Sementara untuk daerah-daerah yang sulit, seperti Riau, Papua, Maluku Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara, kami akan berkoordinasi dengan TNI untuk menyediakan sarana angkutan udara,'' paparnya. Tentang berapa biaya yang harus dikeluarkan KPU untuk bantuan pengangkutan distribusi ini, Nazaruddin mengaku belum mengetahui berapa besar dana yang mesti dikeluarkan KPU. Alasannya, dia sendiri berpatokan pada jadwal, yaitu seluruh logistik kebutuhan pelaksanaan Pemilu 2004 harus tiba di KPPS maksimal 10 hari sebelum pencoblosan. Mengenai teknis pengiriman, kata Nazaruddin, hal itu akan dilakukan sesuai dengan medan daerah tujuan. Artinya, jika dalam pengiriman yang dibutuhkan adalah pesawat, KPU bersama pemda tingkat provinsi, kabupaten, dan kota akan meminta TNI untuk menyediakan sejumlah pesawatnya. Sedangkan bila di daerah itu yang dibutuhkan adalah sarana angkutan darat seperti truk, KPU tentu akan meminta TNI menyiapkan truk-truk pengangkutnya. (bn-88t) |