
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Olahraga |
Hari Ini 46 Tim Siap BertarungCILACAP- Sebanyak 46 tim dayung dari berbagai daerah di Indonesia siap bertarung dalam babak penyisihan kejuaraan nasional (kejurnas) perahu naga II di Pantai Teluk Penyu Cilacap, hari ini dan besok (13 dan14/3). Perlombaan bergengsi yang diadakan setahun sekali ini hasil kerja sama PT Djarum Kudus dengan Pemkab Cilacap dan didukung kalangan nelayan setempat. Babak penyisihan dilangsungkan mulai pukul 09.00 setelah acara dibuka oleh Bupati Cilacap Probo Yulastoro SSos MM dan Ketua DPRD Pran Lukman. Direncanakan Penasihat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Atas Munandar juga diundang untuk hadir. Kebetulan dia saat ini juga menjabat sebagai Ketua HNSI dan Tim SAR Wijayakusuma Cilacap. Sebelum acara perlombaan juga akan dimeriahkan atraksi barongsai di plataran parkir kompleks wisata Teluk Penyu Ujung Selatan dan Benteng Pendem. Tim Leader Djarum Purwokerto Tasdik menjelaskan, hari pertama perlombaan semua tim akan mengikuti babak penyisihan. "Khusus hari Sabtu perlombaan hanya setengah hari. Kalau belum selesai babak penyisihan akan dilanjutkan Minggu pagi. Dari 46 regu tersebut akan diambil 10 tim untuk maju ke babak semifinal dan final sore harinya," jelasnya. Empat puluh enam tim dayung tersebut datang dari Jateng, Jabar, Jatim, DIY, Riau, Sumatera, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat. Tidak terkecuali tim-tim nelayan lokal. Kemeriahan menyambut kejurnas perahu naga II yang dikemas dalam bentuk event festival ini juga sudah terasa beberapa hari sebelumnya. Berbagai sudut kota dan tempat strategis yang ada di Cilacap dan beberapa daerah di sekitarnya penuh publikasi kejurnas ini. Kejurnas ini juga merupakan rangkaian kegiatan sedekah laut yang puncaknya berlangsung tanggal 19 Maret dan Hari Jadi Kabupaten Cilacap. Pedayung Batang Sementara itu, pedayung Manunggal Sejati, Seturi Karangasem Utara, Kabupaten Batang, mengancam akan membela Kabupaten Pekalongan dalam berbagai kejuaraan. Alasannya, selama ini tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah daerah setempat. Padahal, selama ini telah menunjukkan hasil yang patut dibanggakan. "Kami ini berjuang demi nama Batang, tetapi tidak pernah diperhatikan," ujar Ketua sekaligus Pembina Manunggal Sejati H Nur Abadi. Kekecewaan paling pahit dirasakan saat mewakili Kabupaten Batang dalam kejuaraan Lomba Perahu Naga memperebutkan Piala Gubernur yang diselenggarakan oleh UKM Mapakti Universitas Pancasakti Tegal, 9-10 Agustus 2003. "Saat itu atlet dayung Batang nelangsa, ora diopeni oleh pembina dari PODSI Batang. Bayangkan, tidur saja di bangku ruangan kelas, sementara sarana air untuk mandi dan buang air besar tak ada. Kami terpaksa membeli air, eh ternyata ofisial malah tidur nyenyak di hotel. Saya mampu untuk membiayai tidur di hotel yang berbintang," ujar pengusaha muda galangan kapal itu. Dalam kejuaraan itu ternyata altlet Manunggal Sejati membuat kejutan dengan meraih juara kedua. Padahal, kejuaraan yang mengambil tempat di objek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal itu merupakan kali pertama. "Kami mengakui, hanya kalah pengalaman. Karena Manunggal Sejati biasa berlomba di sungai, sedangkan yang dari Cilacap biasa di laut. Saat akan start dia berputar ke laut. Begitu tiba di garis, bendera dikibarkan, jelas mereka langsung melaju. Sedangkan kami masih tenang, itu karena belum pengalaman saja," jelas H Nur Abadi. Namun, yang lebih menyakitkan lagi, tidak ada pembinaan yang dilakukan PODSI. Karena itu, setelah dipikirkan masak-masak pada kejuaraan yang akan dilaksanakan Sabtu dan Minggu, dia akan membawa anak buahnya dengan bendera Kabupaten Pekalongan. (G22,ar-57t) |