
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Olahraga |
Panser Biru dan Mahesa Jenar Tak Mau Diseret ke PolitikSEMARANG-Organisasi Suporter PSIS Panser Biru kebanjiran tawaran dari partai politik peserta Pemilu. Hal itu tidak mengherankan, karena massanya sangat banyak. Partai-partai politik tersebut ingin memanfaatkan anggota Panser Biru untuk meningkatkan perolehan suaranya. Namun, tawaran itu dengan tegas ditolak oleh para pengurusnya. Sebab, mereka tetap ingin netral, tidak mendukung salah satu partai politik tertentu. ''Secara eksplisit tawaran dari partai politik memang banyak. Namun, kami tetap konsisten menjadi organisasi suporter yang netral. Panser Biru tidak akan mendukung salah satu partai politik tertentu,'' kata ketuanya, Andi Putra Alam. Ketua Mahesa Jenar Eri Sadewo pun juga tidak mau membawa organisasi suporter yang dipimpinnya itu terseret ke dunia politik. Sebagai organisasi suporter, Mahesa Jenar tetap akan mendukung PSIS, baik kalah atau menang. Walau saat ini ia menjabat sebagai komandan satgas Partai Golkar, namun dia tidak ingin mencampuradukkan kepentingan politik dan olah raga. ''Saya 'sangat-sangat' bisa memisahkan kepentingan politik dan olah raga. Mahesa Jenar bukan milik Partai Golkar, tapi mendukung PSIS,'' tegasnya. Menurutnya, hubungan Mahesa Jenar dan Panser Biru tidak ada masalah. Mahesa Jenar tetap akan mendukung Panser Biru untuk memberi support kepada Agung Setyabudi cs di setiap pertandingan. ''Tidak benar jika selama ini ada isu bahwa Mahesa Jenar dan Panser Biru berseberangan. Kami tetap mendukung PSIS. Bukan mendukung PDI-P atau Golkar,'' katanya. Peduli Menurut Andi, sikap netral tersebut dikarenakan organisasi yang dipimpinnya bukan bentukan dari kekuatan po litik, manajemen tim PSIS atau perorangan. Panser Biru dibentuk oleh orang-orang yang cinta dan peduli terhadap PSIS. Dengan demikian, yang mereka dukung bukan organisasi politik atau perorangan, namun hanya pasukan Mahesa Jenar. ''Kami hanya mendukung PSIS saja. Jadi, jangan berusaha membawa kami mendukung salah satu partai,'' ungkapnya. Beberapa waktu lalu, markas Panser Biru yang terletak di kompleks Tri Lomba Juang didatangi putra Amin Rais, Ahmad Hanafi Amin Rais. Dalam kunjungan tersebut, Hanafi menyumbang satu bass drum dan dua senar drum untuk Panser Biru. Tolak Hal itu tidak disangkal Andi. Namun, dia menolak jika kedatangan dan sumbangan putra Amin Rais itu dikaitkan dengan politik yang ingin membawa Panser Biru ke Partai Amanat Nasional (PAN). Menurutnya, kedatangan Hanafi hanya untuk silaturahmi sesama pecinta sepak bola. ''Hanafi datang tidak mambawa nama PAN tapi pribadi. Karena hanya bersilaturahmi, ya kami terima,'' terangnya. Andi juga menolak jika dirinya dan Panser Biru dianggap condong ke PDI-P karena kedekatannya dengan manajer tim PSIS Yoyok Sukawi yang berlatar belakang PDI-P. Selama ini, kedekatannya dengan Yoyok hanya sebatas hubungan kerja untuk mendukung PSIS. ''Panser Biru merupakan organisasi terbuka. Semua elemen atau kelompok bisa menjadi anggotanya. Bukan berarti jika saya dekat dengan orang PDI-P akan mendukung PDI-P. Saya tetap akan netral membawa organisasi ini,'' ujarnya. (H13-22) |