logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 Maret 2004 Olahraga  
Line

Persebaya Tak Izinkan Pemainnya Ikut TC PON

SURABAYA-Persiapan tim sepak bola PON XVI Jatim menemui hambatan serius. Sebab, manajemen Persebaya tak mengizinkan tiga pemainnya mengikuti TC dalam tim yang ditangani Mustaqim tersebut.

Ketiga pemain Bajul Ijo yang tak diizinkan mengikuti TC itu adalah Endra Prasetya, Rahel

Tuasalamony, dan Slamet Nurcahyo. Pelarangan ini sekaligus menunjukkan keretakan hubungan antara Persebaya dan manajemen Pengda PSSI Jatim.

Sebelumnya, Persebaya tak mengikuti turnamen sepak bola Piala Gubernur Jatim II. Padahal, turnamen tersebut diikuti semua tim Jatim yang bertengger di Divisi Utama ataupun Divisi Satu.

Rencananya, mulai Senin (15/3) lusa, tim PON XVI Jatim memulai TC. ''Namun, kebetulan dalam tempo tersebut Persebaya melakukan latihan TC fisik di Batu. Itu program lama yang disusun Jacksen F Tiago. Jadi, terpaksa tiga pemain Persebaya tak bisa mengikuti TC tim PON Jatim," ungkap Ketua Harian Haji Susanto kepada wartawan di Surabaya, Jumat (12/3) kemarin.

Malas Berlatih

Selain tak mengizinkan ketiga pemainnya bergabung ke TC tim sepak bola PON, Haji Santo juga mempersoalkan terjadinya pemalsuan tanda tangan pemain PON untuk pencairan dana ke KONI Jatim.

Pada sisi lain, manajer tim sepak bola PON XVI Jatim Haruna Sumitro menuding ketiga pemain Persebaya malas berlatih untuk kepentingan persiapan timnya. "Jika Endra dan Nurcahyo malas berlatih, mengapa dipanggil lagi? Seharusnya kedua pemain dicoret dan uangnya tak diberikan. Beres. Tak ada persoalan,'' tegas Haji Santo.

Haji Santo yang kini ditunjuk sebagai caretaker manajer Persebaya itu mengungkapkan, TC pemain Persebaya di Batu telah direncanakan lama pelatih Jacksen. TC itu digelar saat jeda kompetisi Liga Indonesia Bank Mandiri 2004 seiring dengan pelaksanaan kampanye pemilu. Karena itu, lanjutnya, apabila Pengda PSSI Jatim dan pengurus tim PON Jatim tak percaya dengan pernyataannya, sebaiknya mereka menanyakan langsung kepada Jacksen. ''Sekarang dia pulang ke Brasil, ya silakan hubungi dia,'' tuturnya.

Mengenai ketersendatan pelaksanaan TC tim sepak bola PON XVI Jatim, Haji Santo mengingatkan Pengda PSSI dan pengurus tim sepak bola PON, agar jangan gegabah menyalahkan klub. Mereka seharusnya berintrospeksi. Santo melihat aspek komunikasi antara pengda, pemain dan klub kurang intensif.

''Jangan meminta pemain hanya dengan mengirim surat. Tak bisa seperti itu. Perlu human relations yang persuasif,'' kata Haji Santo.(G14-22j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA