
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Olahraga |
Toldo Gemilang, Inter SelamatLISABON- Inter Milan berutang budi kepada kiper mereka Francesco Toldo. Permainan cemerlangnya membuat salah satu klub kaya Italia itu mampu bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Benfica di Lisabon, Jumat dinihari WIB, pada pertandingan pertama putaran kempat Piala UEFA. Benfica mendominasi pertarungan. Tetapi serangan-serangan mereka bisa dipatahkan mantan kiper Fiorentina itu, yang membantu Inter pulih kembali dari kakalahan 1-4 atas AS Roma dalam Kompetisi Seri A Italia, pada akhir pekan lalu. Tak lama menjelang pertandingan berakhir, Toldo melakukan dua penyelamatan gemilang. Dia membendung tendangan jarak jauh dari Armando Petit dan mementahkan aksi striker Kroasia Tomislav Sokota. "Siapa pun yang menyaksikan akan memperkirakan akan tercipta satu, dua, tiga atau empat gol. Tapi itu tidak terjadi," kata asisten pelatih Benfica, Alvaro Magalhaes. Dia mengatakan dalam jumpa pers, pertandingan itu merupakan penampilan terbaik Benfica sepanjang musim. Magalhaes menambahkan, Benfica akan menugasi dua striker, Nuno Gomes dan Sokota pada pertandingan kedua di Milan 25 Maret. Sokota menjadi striker tunggal Benfica, karena Gomes tak boleh dimainkan. Pelatih Inter Alberto Zaccheroni berkata, "Kami tidak mencetak gol yang merupakan tujuan utama kami." Dalam pertandingan ini, dia tak bisa memainkan Christian Vieri, yang dikeluarkan dari lapangan saat bertanding melawan tim Prancis, Sochaux. Tambahan Motivasi Manajer Liverpool Gerard Houllier mengecam para pemain Olympique Marseille yang bernyanyi di kamar ganti setelah hasil imbang 1-1 di Anfield, Kamis waktu setempat. Dia mengatakan, perilaku tim itu bakal memberi tambahan motivasi bagi para pemainnya pada pertandingan kedua putaran keempat Piala UEFA di Stadion Velodrome, Marseille. "Mereka berpikir sudah usai, karena itu mereka bernyanyi di kamar ganti," katanya pada wartawan usai striker Marseille Didier Drogba memupus gol Milan Baros pada awal babak kedua, yang membuat klub Prancis itu favorit untuk melaju ke perempat final. "Saya tidak berpikir ini telah berakhir. Pertandingan kedua akan dilakukan dua minggu lagi dan kami tahu kami harus mencetak gol. Kami tahu kami dapat melakukan itu," tuturnya. "Jujur saya akui, malam ini kami tidak bermain bagus dan mereka membuat kami frustasi. Sulit untuk mematahkan mereka dan kami tersungkur," katanya. Pelatih Marseille Jose Anigo membalas kecaman Houllier atas pesta yang dilakukan anak asuhnya. "Anda harus menyadari bahwa ketika kami melakukan sesuatu dengan bagus, kami bernyanyi. Saya mohon maaf, jika kami tidak menagis," katanya pada wartawan. "Kami bahagia dengan hasil dan meski kami bernyanyi di kamar ganti, kami sangat waspada bahwa jalan masih panjang," katanya.(rtr,tok-22) |