logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 Maret 2004 Olahraga  
Line

Tiga Klub Spanyol Tumbang

HAMBURG-Dari empat klub Spanyol yang berlaga di pertandingan pertama babak keempat Piala UEFA, kemarin, tiga di antaranya harus bertanding di kandang lawan.

Tiga klub tersebut adalah Barcelona, Mallorca, dan Valencia. Ketiganya ternyata harus mengakui keunggulan tuan rumah.

Badan Sepak Bola Eropa, UEFA, menolak menunda pertandingan, sekalipun sebelumnya terjadi ledakan bom di Madrid, yang menewaskan lebih dari 190 orang.

Satu-satunya tim Spanyol yang main di kandang sendiri, Villarreal, mampu memenangi pertandingan. Mereka menundukkan salah satu klub raksasa Italia, AS Roma 2-0, melalui gol Sonny Anderson dan Jose Mari.

Barcelona yang kehilangan Javier Saviola karena dikeluarkan dari lapangan, kandas 0-1 atas Celtic di Glasgow. Mallorca dihempaskan 1-4 oleh Newcastle United. Satu gol pada babak pertama cukup untuk membuat Genclerbirligi menang atas Valencia di Ankara.

Dalam pertandingan lainnya, Auxerre dan PSV Eindhoven bermain imbang 1-1, sedangkan Bordeaux mengalahkan Club Brugge 3-1. Liverpool ditahan imbang 1-1 di kandang sendiri oleh Marseille, dan Benfica- Inter Milan yang bermain keras harus puas dengan hasil seri tanpa gol.

Dalam pertandingan-pertandingan itu, diadakan renungan suci selama satu menit untuk para korban ledakan bom di Madrid. Para pemain mengenakan pita hitam di tangan sebagai penghormatan kepada para korban.

Di Glasgow, Barcelona tampil dengan serangan-serangan berbahaya. Ronaldinho dan Javier Saviola beberapa kali melewati barisan bertahan lawan. Saviola gagal ketika memiliki peluang pada menit ke-25 sedangkan 10 menit kemudian Ronaldinho yang sudah mendekati mulut gawang, juga kurang beruntung dalam penyelesaian akhir.

Saviola kembali gagal, ketika gerakannya berhasil dihalauJackie McNamara pada menit ke-40. Pada menit ke-60 Celtic memiliki peluang emas ketika Alan Thompson tinggal menundukkan Victor Valdes, tapi kiper itu dapat menyelamatkan gawangnya.

Dipuji Rijkaard

Pelatih Barcelona Frank Rijkaard memuji daya juang para pemainnya, setelah mereka hanya kalah dengan kebobolan satu gol, sekalipun bermain dengan sembilan orang. Kartu merah didapat ketika Thiago Motta bertengkar dengan kiper Robert Douglas.

Striker Argentina Javier Saviola juga diusir tiga menit memasuki babak kedua karena melanggar Alan Thompson, yang mencetak gol kemenangan.

"Saya pikir ini sangat menegangkan sebab sebuah pertandingan seperti ini sangat panas dan kami harus belajar dari hal ini," kata mantan pemain dan pelatih tim nasional Belanda ini kepada wartawan.

"Para pemain merasa wasit membuat beberapa keputusan aneh. Tetapi, itu tidak berarti Anda bisa bereaksi berlebihan, sebab itu merusak tim," katanya. ''Para pemain yang masih ada di lapangan melakukan tugas luar biasa dan kini kami memiliki 90 menit di Barcelona untuk membalikkan keadaan."

Dia mengemukakan, timnya sulit tampil dengan tenang setelah melihat laporan televisi mengenai ledakan bom di Madrid pada pagi hari.

"Ini situasi yang janggal dan ini hari sedih bagi kami semua ketika kami melihat berita itu setelah sarapan. Ada sesuatu yang lebih penting dalam hidup dibanding sepakbola," tuturnya.

Manajer Celtic Martin O'Neill mengatakan klub akan mempertimbangkan mengajukan banding atas kartu merah Douglas.

"Para pemain di kamar ganti juga mengatakan bukan Rob (Douglas) yang mengawali pertikaian sehingga beberapa orang benar dan beberapa orang salah," katanya.

Pria Irlandia itu juga bahagia dengan penampilan anak asuhnya. "Merujuk pada bagaimana babak kedua berlangsung, mereka luar biasa."(rtr,tok-22)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA