logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 Maret 2004 Berita Utama  
Line

Korban Kebakaran Datangi DPRD

  • Tuntut Pemkab Sediakan Penampungan
BERJUBEL:Ratusan pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo, mengadukan nasibnya ke anggota DPRD Kabupaten Wonosobo, kemarin. Karena gedung dewan tak mampu menampung, mereka berjubel di dalam ruangan, sebagian lainnya di luar gedung. Mereka menuntut bisa memanfaatkan alun-alun kota sebagai lokasi penampungan.(55)

WONOSOBO - Ratusan pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo beramai-ramai mendatangi Gedung DPRD, Jumat kemarin. Mereka menuntut Pemkab untuk segera menyediakan lokasi pasar penampungan, sehingga roda perekonomian pedagang bisa segera berjalan lagi.

Mereka diterima wakil ketua DPRD Joko Wiyono BSc dan H Supomo Ibnu Sahid SSos di ruang sidang lama. Namun, karena Gedung DPRD yang lama tidak mampu menampung seluruh pedagang, maka ratusan pedagang lainnya berjubel di luar gedung.

Surihono atau Inun, pedagang pakaian, ketika membacakan tuntutan para pedagang menandaskan, kondisi pedagang pascakebakaran sangat memprihatinkan. Karena itu, Pemkab harus segera mengambil langkah yang bisa lebih meringankan beban mereka. Kejadian ini pun diminta untuk tidak dijadikan komoditas politik.

Dengan kondisi yang berat, diharapkan Pemkab bisa memberikan bantuan sembako bagi keluarga pedagang kecil. Selain itu, diusulkan pula pembebasan SPP untuk sementara waktu bagi anak-anak sekolah dari keluarga pedagang yang kurang mampu.

Pengunjuk rasa mendesak dan meminta alun-alun Kota Wonosobo bisa dijadikan lokasi pasar penampungan bagi para korban. Karena selama ini alun-alun pun sering digunakan untuk kegiatan perekonomian, misalnya pasar malam.

Pedagang juga meminta pasar induk dibangun lagi. Bangunan pasar yang terbakar supaya dibongkar, karena pedagang akan selalu waswas bila Pemkab hanya melakukan perbaikan saja. Mereka pun meminta penempatan kembali ke pasar induk yang telah dibangun, tanpa syarat apa pun. Untuk permodalan yang pada umumnya sudah ludes, pedagang mengharap bisa diberi kemudahan atau Pemkab memberi bantuan permodalan.

Masih Diselidiki

Wakil Ketua DPRD Joko Wiyono mengaku bisa merasakan kepahitan yang dialami pedagang yang ludes dagangannya. Disebutkannya, saat ini pihak yang berwajib masih menyelidiki secara intensif mengenai penyebab kebakaran itu.

Soal bantuan permodalan, Joko Wiyono menyatakan, pihaknya akan memperjuangkan melalui perubahan anggaran pada APBD 2004 mendatang. Bahkan, Joko menyebut, secara pribadi tidak berkeberatan dana purnabakti anggota legislatif untuk membantu pedagang.

Wakil Ketua DPRD H Supomo Ibnu Sahid menilai, pedagang perlu memperoleh kemudahan modal bank. Sedangkan pasar penampungan pun harus segera direalisasi.

Bupati Drs H Trimawan Nugrohadi bersama jajarannya ikut menemui pedagang yang masih menunggu di ruang sidang lama.

Terhadap tuntutan para pedagang, Bupati tidak berkeberatan dan mengabulkan alun-alun untuk pasar darurat. Mendengar hal itu, pedagang tepuk tangan. Namun mereka juga meminta kegiatan pedagang di pasar pagi (sebelah barat pasar yang terbakar) harus dihapus, sehingga tidak menimbulkan pasar tandingan. Pedagang di pasar pagi pun supaya disatukan di alun-alun.

Wakil Bupati Drs H Kholiq Arief bersama instansi terkait yang melakukan rapat maraton sampai dengan Kamis tengah malam kemarin meminta, dalam musibah tersebut jangan ada yang saling menyalahkan. Penyebab kebakaran sampai kini masih dalam penyelidikan yang berwajib.

Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka (12/3), pasar induk Wonosobo yang terdiri atas tiga lantai terbakar pada Kamis dini hari lalu. (P55-58t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA