logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 Maret 2004 Berita Utama  
Line

Al Qaedah Klaim Pengeboman di Madrid

DUBAI - Suatu pernyataan yang dikaitkan dengan Al Qaedah dan dikirimkan ke harian Al-Quds Al-Arabi mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan bom mematikan di Madrid Kamis lalu, dan aksi bom jibaku di Istanbul dua hari sebelumnya.

Pernyataan itu, yang ditandatangani "Brigade Abu Hafs al-Masri/Al Qaedah" dan bertanggal 11 Maret, menyebutkan serangan di Madrid "bagian dari penyelesaian sengketa lama dengan Spanyol, sekutu Amerika dalam perang melawan Islam".

PM Spanyol Jose Maria Aznar adalah sekutu setia AS dalam perang Irak dan Madrid masih menempatkan 1.300 tentara di negara Teluk yang porak-poranda akibat perang tersebut.

Klaim-klaim tersebut tidak dapat dibuktikan, tetapi Al-Quds Al-Arabi sebelumnya memberitakan beberapa klaim Al Qaedah.

Pernyataan itu juga menyebutkan: "Di mana Amerika, Aznar? Siapa yang akan melindungimu, Inggris, Jepang, Italia, dan kolaborator lainnya?"

Dalam rekaman suara yang dikaitkan dengan Usamah bin Ladin dan disiarkan stasiun televisi Al-Jazeera pada 8 Oktober, pemimpin Al Qaedah tersebut mengancam akan melancarkan serangan di beberapa negara, termasuk Spanyol.

"Kami berhak untuk membalas dendam pada waktu dan tempat yang tepat terhadap semua negara yang ambil bagian dalam invasi tak adil ke Irak, yakni Inggris, Spanyol, Australia, Polandia, Jepang, dan Italia," bunyi rekaman suara itu.

Pernyataan Kamis lalu juga mengklaim tanggung jawab atas terbunuhnya 19 serdadu Italia dan warga sipil di Irak selatan, November lalu, dan mengancam akan melakukan serangan terhadap sasaran-sasaran Amerika di Yaman.

Korban 198 Orang

Di Madrid, Mendagri Spanyol Angel Acebes mengatakan rekaman ayat-ayat Alquran dan tujuh bahan peledak ditemukan di sebuah minibus yang diduga berkaitan dengan serangan mematikan tersebut. Dalam serangan bom di empat stasiun KA di Madrid itu, paling tidak 198 orang tewas dan sekitar 1.250 lainnya terluka.

Minibus tersebut, yang dilaporkan dicuri, ditemukan di timur Madrid. Raja Spanyol Juan Carlos menyerukan persatuan bangsa setelah dia dan Ratu Sofia menenangkan orang-orang yang selamat dari serangan bom Kamis lalu, di empat stasiun KA di Madrid.

Dia mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi menyusul serangan tersebut: "Kekejaman para teroris hari ini telah menjatuhkan Spanyol ke jurang duka cita paling dalam. Untuk menghadapinya, kita harus bersatu dan kuat. Pria, wanita, dan anak-anak telah dihadapkan dengan kematian dan penderitaan."

"Mimpi buruk itu telah memperlihatkan wajah bengis terorisme. Raja turut berduka bersama Anda semua dan berbela sungkawa."

Raja dan Ratu tampak didampingi oleh putra dan pewaris takhta mereka, Pangeran Felipe, serta tunangannya, Letizia Ortiz, ketika mereka mengunjungi sebuah rumah sakit di Madrid tengah.

Dunia Mengutuk

Dari Paris dilaporkan, para pemimpin dunia Kamis menyerukan sikap bersama dalam perang melawan terorisme setelah serangan bom di Madrid.

Parlemen Eropa menyebutnya sebagai aksi teror terburuk yang pernah dialami negara Eropa.

Presiden AS George W Bush menelepon PM Spanyol Jose Maria Aznar untuk mengungkapkan bela sungkawanya dan mengatakan dia mendukung pemerintah Madrid.

"Saya sangat menghargai upaya pemerintah Spanyol memerangi teror, sikap tegas mereka melawan organisasi teroris seperti ETA. AS mendukung mereka," kata Bush kepada wartawan.

Di markas besar PBB di New York, Sekjen Kofi Annan mengatakan, dia berharap orang-orang yang mendalangi serangan bom di Madrid itu akan segera ditangkap dan diadili.

"Pembunuhan orang tak berdosa tidak dapat dibenarkan, apa pun alasannya," kata Annan kepada wartawan. "Saya berharap pelakunya segera dibawa ke pengadilan."

Dewan Keamanan PBB sedang bersiap-siap meloloskan sebuah resolusi yang mengutuk serangan itu dan insiden-insiden teror lain akhir-akhir ini di tempat lain.

Di Brussels, para pemimpin eksekutif Uni Eropa (UE) melakukan pengheningan cipta untuk mengenang korban dalam serangan di Madrid itu. Bendera-bendera Spanyol dan UE berkibar setengah tiang, dan Parlemen Eropa melakukan pengheningan cipta.

Parlemen Eropa juga mengusulkan perubahan rencana "hari Eropa untuk mengenang korban terorisme" dari 11 September (mengacu pada aksi kamikaze di AS pada 2001) menjadi 11 Maret.

Sebuah konferensi mengenai terorisme di Wina yang diadakan oleh PBB dan Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) juga dibuka dengan pengheningan cipta.

Sebagian besar pemimpin Eropa mengutuk serangan-serangan bom itu, yang terjadi tiga hari sebelum pemilihan umum di Spanyol. Beberapa dari mereka menuduh kelompok separatis bersenjata Basque ETA, yang termasuk dalam daftar organisasi teror AS, bertanggung jawab atas serangan itu.

Namun, kepala organisasi kepolisian Eropa Europol, Juergen Storbeck, mengungkapkan keraguannya mengenai tuduhan pemerintah Spanyol bahwa ETA mendalangi serangan tersebut. Menurutnya, serangan bom di Madrid itu "tidak sesuai dengan modus operandi yang diterapkan ETA hingga kini".

Presiden Prancis Jacques Chirac, dalam pesan dukungan dan bela sungkawa kepada Aznar, mengatakan, "Tindakan yang tidak bertanggung jawab ini, yang tidak bisa dibenarkan, dari sisi mana pun harus dikecam."

PM Inggris Tony Blair mengatakan, serangan itu "menekankan ancaman yang kita semua terus hadapi dari terorisme di banyak negara, dan karena itulah kita semua harus bekerja bersama-sama secara internasional untuk mengamankan rakyat kita dari serangan semacam itu dan mengalahkan terorisme".

Di Jerusalem, tempat serangan bom jibaku sering terjadi, seorang juru bicara PM Israel Ariel Sharon mengatakan, serangan di Madrid itu membuktikan "terorisme merupakan perang dunia ketiga dan negara-negara dunia bebas harus bersatu melawannya". (asiaone-ben-ant-46)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA