logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 Maret 2004 Berita Utama  
Line

Insiden Manggarai, Kapolres Diganti

JAKARTA - Untuk menjaga pelayanan kepolisian terhadap masyarakat pascakerusuhan massa di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Mabes Polri mengganti posisi Kapolres Manggarai dari AKBP Bonifascius Tampoi kepada AKBP Wasilan Robert.

''Sebelumnya Wasilan bertugas sebagai Kabag Pembinaan Inspektorat Pengawasan Daerah Kepolisian Daerah NTT. Jadi, jelasnya, roda pelayanan harus terus dijalankan.'' Hal itu diungkapkan Wakadiv Humas Polri Brigjen Soenarko DA, kemarin.

Menurutnya, Tim Profesi dan Pengamanan Mabes Polri dipimpin Kombes Iwan Nurisman Ismet, sudah dikirimkan untuk melakukan pemeriksaan internal kepolisian terhadap kerusuhan massa yang menewaskan 5 orang serta 28 luka berat dan ringan itu. " AKBP Bonafacius termasuk yang diperiksa,'' tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Manggarai menuntut polisi untuk menemukan titik terang dalam penyelidikan kasus itu. Karena itu, kata Soenarko, pergantian Kapolres diharapkan dapat melancarkan kegiatan-kegiatan rutin, khususnya pada masa kampanye ini.

Korban tewas akibat insiden di Ruteng itu adalah Maksimus Toi (45), Frans Magur (60), Yoseph Tatuk (23), Vitalis Jarut (23), dan Domi Amput (40). Jenazah para korban telah diantar dan diserahkan kepada pihak keluarga di Colol atas bantuan aparat TNI.

Pembabatan Kopi

Sementara tu, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) mengatakan, Bupati Manggarai Anthony Bagul Dagur dan Kapolres AKBP Bonafacius Tampoi harus bertanggung jawab atas kasus penembakan warga oleh polisi Manggarai di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (10/3) lalu.

Peristiwa itu dinilai ungkapan kekecewaan para petani yang sudah terpendam akibat pembabatan tanaman kopi oleh aparat gabungan Pemkab. Hal itu diungkapkan Sekjen PBHI Johnson Panjaitan SH, kemarin.

Seperti diberitakan, sekitar 500 warga Kecamatan Poco Ranaka mendatangi Mapolres Manggarai di Ruteng, Rabu pukul 09.30 WIB, dan kemudian terjadi insiden.

Dalam insiden itu, 5 petani tewas dan 28 lainnya luka-luka, termasuk delapan orang dalam kondisi kritis karena ditembak aparat kepolisian.(bu-58t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA