
| Sabtu, 13 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Kader Golkar yang Korupsi Akan DigantungPEKALONGAN - Partai Golkar sepakat, apabila anggota legislatif dari partainya tidak bisa membawa aspirasi rakyat, apalagi melakukan korupsi, akan "digantung" dan diturunkan dari anggota legislatif untuk mempertangungjawabkan perbuatannya. Hal itu dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Pekalongan, dr Basyir Ahmad, dalam kampanye terbuka partai itu di Kota Pekalongan yang dipusatkan di Kantor DPD Partai Golkar Jl Sriwijaya, kemarin. Hadir dalam acara tersebut antara lain para caleg partai tersebut seperti Bowo Leksono, H Kasirun, dan Hj Falasifah. Acara yang diselingi organ tunggal pimpinan Agus (karyawan Dupantek) itu dihadiri oleh massa partai tersebut. Mengingat depan lokasi kampanye merupakan jalur pantura yang dikenal arusnya padat, pihak keamanan melakukan penjagaan dan pengaturan lalu lintas agar tidak macet. Keinginan menggantung kadernya yang korupsi itu didapatkan dari kata-kata pelantikan Perdana Menteri China. Ketika dilantik, perdana menteri itu minta disediakan 10 peti mati, 9 peti buat menggantung koruptor dan 1 peti untuk menggantung dirinya jika korupsi. "Ini komitmen kami. Kita tidak akan mengkhianati. Sebab, menjadi legistalif itu ibadah dan bukan hadiah. Bukan mumpung dan untuk memikirkan perutnya sendiri," katanya. Atasi Pengangguran Dia menjanjikan, jika menang, Golkar akan membuat kebijakan proyek-proyek padat karya yang bisa menyerap banyajk tenaga kerja. Ini diperlukan karena sekarang ini banyak penganggur sehingga mereka harus dipekerjakan. Proyek-proyek itu harus dikerjakan pemborong-pemborong daerah. "Jangan sampai pemborong dari luar Pekalongan ikut bekerja dengan mengerahkan pekerja-pekerja dari luar kota. Kita akan menetapkan 50% pekerja harus diambilkan dari Pekalongan," kata Basyir. Dalam kampanye itu Basyir juga mengatakan, Golkar tak mau melakukan money politics dan tak mau melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah. Namun, masih ada juga yang memfitnah partainya. Itu terjadi di Batang, kemarin malam. "Bendera-bendera partai yang dipasang di suatu tempat diambil orang, kecuali bendera Golkar. Ini bisa membuat fitnah partai Golkar. Sebab partai lain akan menuduh Golkar yang menurunkan. Padahal, tidak mungkin hal itu dilakukan kader Golkar," katanya. Pada awal kampanyenya, Basyir terlihat marah atas penutupan pagar di gedung Pertemuan Bendan yang bersebelahan dengan kantor DPD Golkar yang digunakan untuk kampanye. Padahal, halaman itu dapat digunakan untuk parkir massa yang datang. "Itu ulah oknum PNS yang menutup dan tidak simpati dengan Golkar. Itu tidak bisa dibenarkan. Sebab kalau orang sedang mempunyai gawe saja pasti tetangganya membantu tempat. Namun kok, ini malah ditutup. Melalui pembicaraan akhirnya dibuka untuk tempat parkir." Dia juga mengatakan, kampanye secara besar-besaran untuk Golkar akan dilakukan 28 Maret dengan menghadirkan salah satu jurkam dari pusat, yakni Prabowo atau Surya Paloh," katanya. (A15-17n)
|