logo SUARA MERDEKA
Line
  Sabtu, 13 Maret 2004 Jawa Tengah - Muria  
Line

Minim, Keberpihakan terhadap Pengusaha Kecil

KUDUS- Keberpihakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) terhadap pemberdayaan ekonomi kerakyatan hendaknya menjadi prioritas . Diakui atau tidak, ekonomi kerakyatan dapat menjadi salah satu solusi untuk keluar dari keterpurukan perekonomian bangsa ini.

Namun, pemberdayaan ekonomi kerakyatan seharusnya berbasis pada pembinaan dan pengembangan usaha kecil menengah. Sayang, sampai sekarang ini belum maksimal dilaksanakan.

Hal terebut dikemukakan oleh Ketua Kelompok Usaha Kecil Sehati, Noor Hidayat. Lebih lanjut, Noor menyatakan keberadaan Kadin di Kudus belum menunjukkan representasi dari komunitas pengusaha dari berbagai tingkatan. "Kadin masih menjadi lembaga eksklusif yang tidak mampu untuk dirangkul oleh pengusaha kecil dan menengah."

Noor menjelaskan, peluang pengusaha kecil untuk dapat memasarkan barang produksinya di pasar swalayan seperti Matahari Departemen Store dan Mal Ramayana Kudus sangat kecil.

Dia menuturkan, pembangunan Mal Ramayana Kudus itu sesuai dengan planning awal, di lantai dasarnya akan dijadikan pertokoan industri kecil dan menengah dalam memasarkan produk barang-barangnya. Namun kenyataannya, justru lantai dasar tersebut dijadikan sentral pertokoan mal tersebut.

Usulan

Kelompok industri kecil Sehati yang bersekretariat di Jalan Sosrokartono Kaliputu I/33 Kudus itu menghimpun beberapa pengusaha kecil dengan heterogenitas usaha yang beragam. Bagi mereka, persoalan tersebut bukanlah persoalan sederhana karena memberi peluang bagi industri kecil untuk berkembang.

Sebagai langkah menuju ke perbaikan, mereka mengusulkan kepada Pemkab khususnya Kadin Kudus untuk lebih membuka diri dan aspiratif terhadap pengusaha kecil serta lebih mengintensifkan pembinaan terhadap usaha mereka. Dengan demikian, kebijakan yang diambil akan selalu berorientasi pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pengusaha kecil.

Selain itu, mereka juga mengusulkan kepada Pemkab untuk segera membuat sentra industri kecil (show room) yang berfungsi sebagai pusat grosir barang-barang produksi pengusaha kecil menengah.

Bukan tidak mungkin, ujar Noor, bila pengusaha kecil dan menengah di Kudus diberi kesempatan dan memperoleh kesempatan optimal maka akan dapat memacu perekonomian di wilayah ini. Hal tersebut tentu saja tanpa mengesampingkan industri-industri besar yang selama ini telah ada. (ton-34j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA