logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Sala  
Line

Kelaparan, Diolesi Rheumason

JERIH payah delapan anggota Reskrim Polresta Surakarta yang sukses menggulung sindikat pencuri mobil yang diotaki "ratu" sindikat R Leni Kurnia alias Ayu (32) tertebus.

Amarah dan rasa lapar serta kelelahan yang pernah dirasakan anggota tim selama dua minggu perburuan mendapat imbalan.

Selain diberi piagam penghargaan yang diserahkan Kapolwil Surakarta Kombes Drs Hasyim Irianto SH, mereka juga diberi hadiah masing-masing sebuah handphone merk Nokia seri 3315. Penyerahan hadiah dilaksanakan pada Senin (1/3) lalu di halaman Mapolresta Surakarta Jalan Adisucipto, disaksikan Wakapolwil AKBP Endang Sunjaya, Kapolresta AKBP Lutfi Lubihanto SH, serta sejumlah perwira dan bintara.

"Lumayan bisa untuk istri. Itu kenangan-kenangan," ungkap Brigadir Kepala (Bripka) Agus Padidin, salah seorang penerima hadiah.

Pernyataan senada disampaikan Iptu Edison Panjahitan dan Ipda Suryo Hapsoro, pimpinan tim.

"Kami tidak melihat nilai hadiahnya, namun wujud perhatian pimpinan atas kerja kami di lapangan. Hadiah itu menjadi pemicu kami untuk berbuat lebih baik lagi," tegas keduanya.

Delapan anggota Tim Reskrim penerima hadiah adalah Iptu Edison, Ipda Suryo Hapsoro, Bripka Agus Padidin, Aiptu Suharyanto, Brigadir Boni Oktaf Prasetyo, Bripda Arif, Bripda Kurniawan, dan Bripda Apriyanto. "Atas prestasi itu, sudah selayaknya jika kami berikan penghargaan buat mereka," ujar Kapolresta AKBP Lutfi Lubihanto SH.

Secara kronoligi, proses penangkapan Ayu, warga Jalan Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung berserta dua kaki tangannya, Alek Puguh Hartono (30) warga Jalan Kesehatan, Pring Kumpul, Lampung dan Veri Haryanto (30) warga Jalan Mangga, Rejosari, Lampung Selatan, kembali dituturkan Kasat Reskrim AKP Masrur.

Dia menguraikan, penangkapan sindikat itu berawal dari kasus pencurian mobil Toyota Kijang Krista L-2844-GH di Hotel Cakra Jalan Slamet Riyadi, Solo. Korban Dian Permadani (20) yang beralamat di Sanan Selatan, Mojotrisno, Jombang melaporkan kasus pencurian itu ke Mapolresta pada 4 Januari. Dalam upaya pencarian itu, Tim Reskrim mendapat gambaran siapa pelakunya.

"Sejumlah bukti menguatkan bahwa tersangka Ayu terlibat dalam perkara itu. Kami menerjunkan tim untuk melacaknya. Selain voucer pulsa handphone, ada pula rekaman wajah tersangka di Hotel Asia," kata dia.

Beri Rheumason

Perburuan pun dimulai dari Solo. Ayu diperkirakan kabur ke wilayah Lampung, jarak yang cukup jauh dari jangkuan.

Namun, karena dugaan bahwa aksi-aksi pencurian mobil yang terjadi di Kota Bengawan selama ini akibat ulah Ayu, semangat anggota tim pun terlecut.

"Kami menangkap sinyal handphone wanita yang menjadi buron kami itu. Posisinya ada di Lampung," ucap Marsrur.

Anggota tim itu kemudian memutuskan berangkat dengan jalan darat. Mereka membawa dua mobil dengan membentuk Tim A dan Tim B. Tak gampang menemukan tersangka.

Sebab, Ayu ternyata memiliki empat nomor telepon dengan alamat rumah berbeda-beda. "Selama dua minggu, kami harus tambal ban sembilan kali," ungkap Bripka Agus Padidin.

Ada pengalaman unik lainnya yang masih terus diingatnya. Yakni ketika tim mulai menemukan titik terang persembunyiaan Ayu.

Begitu khawatir jika buron itu kabur, seorang anggota tim yang kelaparan terpaksa mengolesi perutnya dengan Rheumason.

"Dengan obat oles itu, perut jadi panas sehingga cacing perut pun tidak lagi berontak. Yang penting, rasa lapar sementara sirna," tutur dia tanpa mau menyebut nama anggota dimasksud.(Budi Santoso-86j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA