logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Sala  
Line

''Baru Kali Ini Presiden Berkunjung ke Sragen''

  • Meski Singkat Sungguh Berarti

DALAM sepekan Kabupaten Sragen dikunjungi sejumlah tamu penting. Kunjungan pertama oleh Taufik Kiemas, suami Presiden Megawati, yang meresmikan Jembatan Sari, Masaran (1/3). Kemudian Presiden Megawati Soekarnoputri bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini MS Soewandi dan Menteri Pertanian Bungaran Saragih, Sabtu (6/3).

''Kan Pak Taufik Kiemas baru saja ke Sragen. Kok ini Bu Mega juga berkenan ke Sragen,'' tutur Bupati H Untung Wiyono, menceriterakan keheranan seorang menteri yang mengikuti kunjungan itu.

Meski singkat kehadiran Megawati sungguh berarti bagi masyarakat. Paling tidak masyarakat bisa mencatat kabupaten berpenduduk 890.000 jiwa itu pernah dikunjungi presiden.

Betapa tidak. Selama ini Kabupaten Sragen belum pernah dikunjungi presiden. Presiden Soeharto ketika meresmikan Waduk Kedungombo tahun 1987 hanya lewat dan acara dipusatkan di pintu bendungan di Kabupaten Grobogan. Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid kerap meninjau Sragen tatkala belum dan setelah tidak menjabat presiden.

''Baru kali ini sejak republik ini berdiri Kabupaten Sragen mendapat kehormatan dikunjungi presiden,'' tutur Bupati H Untung Wiyono.

Kehadiran petinggi negera itu diasumsikan oleh kader PDI-P Kabupaten Sragen sebagai ''restu'' Taufik Kiemas dan Megawati, yang juga Ketua Umum DPP PDI-P, terhadap kepemimpinan H Untung Wiyono.

Pamitan

Ketika rombongan Presiden hendak meninggalkan lokasi panen raya padi di Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, mobil tidak segera melesat. Padahal, semua pengawal sudah masuk mobil. Para pejabat berdiri di samping dan belakang mobil Presiden. Mobil yang ditumpangi Megawati ternyata tidak segera melesat dan berhenti beberapa saat.

Sebab, Megawati masih mencari Bupati yang menjadi tuan rumah. Sambil membuka jendela kanan mobil B-1, Megawati berpamitan kepada Bupati H Untung yang didampingi Ketua DPRD H Slamet Basuki.

Untung menuturkan sebelumnya Megawati membisikkan pesan kepada Gubernur Jateng H Mardiyanto jika ada program pembangunan di Sragen yang baik dan membutuhkan dana ke pusat segera diajukan.

''Wis jan seneng tenan aku (Saya senang sekali-Red),'' tutur Untung, menceritakan pengalamannya dikunjungi tamu penting, saat mendalang di Desa Turi, Kecamatan Karangmalang, Sragen, Sabtu petang lalu.

Suharno WD, kader PDI-P, menyatakan Megawati tahun 1996 keraya-raya hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Sragen untuk memberikan dorongan moral ke para kader yang menggugat PDI-P versi Soeryadi. ''Namun kini beliau hadir sebagai presiden dan kami sebagai anak buahnya sangat bangga dan akan selalu mengenang peristiwa ini,'' tutur Suharno.

Dia menunjukkan foto pemberian wartawan ketika mengamankan Megawati dari kerumunan massa PDI-P di luar persidangan.(Anindito AN-14g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA