
| Senin, 8 Maret 2004 | Sala |
Selasa, Presentasi Amdal Jalan LayangKOTA - Rencana pembangunan fly over atau jalan layang di simpang tujuh Joglo, kawasan Kadipiro, Solo, semakin mendekati kenyataan. Hasil kajian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta feasibility study ( studi kelayakan) jalan itu telah selesai. Selasa (9/3) besok, tim dari Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan Perkotaan Jawa Tengah akan mempresentasikannya di hadapan tim Pemkot Surakarta. "Pemkot akan membahas hasil kajian dari Pusat mengenai bentuk fisik jalan layang setelah hasil amdal dan studi kelayakan selesai. Kami juga berencana melakukan koordinasi langsung dengan PT KA DAOP VI Yogyakarta," ujar Kepala Subdinas Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Surakarta, Ir Herry Sukoreno, kemarin. Ia menuturkan, selama ini Pemkot belum berhasil melakukan koordinasi langsung dengan PT KA. Padahal, instansi itu cukup menentukan bentuk fisik jalan layang yang didanai oleh Japan Bank For International Cooperation (JBIC) tersebut. Jika PT KA mengizinkan palang pintu kereta api Joglo seperti sekarang ini atau berupa dua palang pintu, jalan layang bisa berbentuk huruf I, atau hanya dari Jalan Sumpah Pemuda, melampaui rel KA ke arah Jalan Mangunsarkoro. Sementara itu jalur yang berada di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas lokal. Namun jika hanya satu pintu yang diaktifkan, fly over harus berbentuk huruf Y, yakni dari Jalan Mangunsarkoro-Sumpah Pemuda lalu membelok ke utara, menuju Purwodadi yang bertumpu di Jalan Kolonel Sugiyono. Seperti diwartakan sebelumnya, Pemkot Surakarta akan menerima bantuan dari JBIC untuk membangun fly over di simpang tujuh Joglo yang dinilai mendesak lantaran keruwetan lalu lintas di tempat itu. Biaya pembangunan itu diperkirakan Rp 70 miliar - Rp 80 miliar untuk fisiknya. Pemkot berkewajiban menyediakan dana pendamping untuk penyediaan lahan. (Suara Merdeka, 18/2) Pada bagian lain, Herry memaparkan rencana penunjang fly over, yakni pembangunan jalur arteri primer, dari Ngasem-Colomadu-Jalan Adisucipto-Jalan Sumpah Pemuda dan Jalan Katamso (menuju jalan lingkar). Jalan di jalur itu akan dilebarkan menjadi 14 meter dan ditingkatkan kualitasnya. Untuk rencana tersebut, hari ini Pemkot melangsungkan koordinasi dengan Pemkab Sukoharjo dan Karanganyar. Pasalnya, pembangunan di wilayah Ngasem (Sukoharjo) dan Colomadu (Karanganyar) merupakan kewenangan Pemkab terkait.(G18-86i) |