logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Ragam  
Line

Tasawuf Interaktif

Ridla (Ikhlas) terhadap Nasib

T: Saya gadis 19 tahun, memiliki problem:

1. Kenapa sampai sekarang saya belum mendapatkan jodoh sesuai yang saya harapkan. Usaha dan doa sudah saya lakukan, tetapi kenapa Allah belum mengabulkan?

2. Dalam waktu dekat ini saya akan menikah dengan seorang calon suami, tetapi dia jauh dari kriteria suami yang saya harapkan selama ini. Bagaimana cara agar saya dapat menerimanya dengan tulus ikhlas?

3. Saya pernah jatuh cinta pada seseorang. Bagaimana cara menghilangkan perasaan cinta tersebut?

Atik di Batangan

J: Saudari Atik yang saya hormati, perlu diketahui manusia adalah hamba Allah SWT. Ibarat hamba sahaya, manusia adalah berada di dalam kekuasaan-Nya. Meskipun manusia memiliki kebebasan, akan tetapi bebas yang terbatas jika dihadapkan kepada kehendak-Nya. Oleh karena itu banyak sekali disinggung di dalam Alquran bahwa kewajiban manusia adalah berusaha, tetapi keputusan adalah di tangan Allah.

Engkau berkehendak tetapi Allah yang melaksanakan apa yang engkau kehendaki (anta turid wa ana urid wallahu fa'alul lima yurid). Seperti dalam surat ar-Ra'd/13:11, yang artinya ''Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka.''

Ayat di atas mempertegas betapa lemahnya manusia, betapa tidak berdayanya manusia di hadapan Allah SWT. sebagaimana disebutkan dalam surat al-Nisa'/4:28 yang artinya: ''Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.'' Demikian pula dengan kasus yang sedang Anda hadapi.

Meskipun Anda berusaha dan berdoa untuk mendapat jodoh sesuai yang Anda harapkan, tetapi kalau Allah belum berkenan maka kita tidak bisa memaksa-Nya. Tetapi yakinlah bahwa keputusan apa pun yang diberikan oleh Allah kepada Anda itu pasti yang terbaik, sebagaimana tersebut dalam surat Ali Imran/3:26, ''Di Tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu''.

Rencana Anda untuk menikah dalam waktu dekat ini boleh jadi merupakan kehendak Allah yang mengabulkan usaha dan doa Anda selama ini. Hanya saja mungkin pemberian Allah tersebut tidak seperti yang Anda harapkan. Ada sebuah hadis Nabi yang mengatakan: ''Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Di dalam masing-masing (yang kuat atau yang lemah) terdapat kebaikan. Berusahalah dengan sungguh-sungguh (di dalam menggapai) apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan Allah dan jangan lemah. Jika sesuatu menimpamu, maka janganlah kamu mengatakan ''seandainya aku melakukan (ini atau itu) niscaya akibatnya akan begini atau begitu.'' Tetapi katakanlah (semua itu) adalah kehendak Allah, jika Dia menghendaki maka Dia akan melaksanakannya, karena ucapan ''seandainya'' membuka (jalan bagi) perbuatan setan.'' (HR Muslim).

Berdasar hadis tersebut, hendaknya kita menyadari betul bahwa semua nasib (baik atau buruk) yang menimpa kita sebetulnya sudah menjadi kehendak Allah dan Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Karena Dia Maha Pengasih kepada hamba-Nya. Hadis tersebut tepat sekali dengan Alquran yang mengatakan ''Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu: Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui'' (QS Al-Baqarah/2:216).

Dari hadis dan ayat Alquran tersebut, maka Anda tidak usah merasa tidak cocok, tidak puas dengan nasib yang Anda alami. Terimalah calon suami Anda apa adanya dengan penuh keikhlasan. Dan ketahuilah bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kalau Anda masih berfikir untuk calon suami menurut kriteria Anda yang sempurna, Anda akan senantiasa dihinggapi keresahan. Apabila diteruskan akan mengganggu hubungan Anda dengan suami kelak jika sudah berumah tangga. Padahal kita tahu bahwa kebahagiaan dan penderitaan tergantung bagaimana hati mensikapi sesuatu yang menimpa diri kita.

Jadi tetapkanlah hati Anda untuk ikhlas menerima apa pun yang Anda alami dengan keyakinan bahwa di balik semua itu ada hikmahnya. Kita tidak tahu rahasia Allah yang disembunyikan kepada kita. Termasuk juga sikap Anda terhadap cinta kepada seseorang sebelum calon suami sekarang. Janganlah terbawa emosi dan memperturutkan hawa nafsu.

Lihatlah kenyataan dan pandang lurus ke depan, bahwa dunia Anda adalah apa yang ada di hadapan sekarang bukan masa lalu. Biarlah yang lalu tetap berlalu, dan biarkan jadi kenangan manis dalam hidup Anda. Semoga berhasil dan sukses membina rumah tangga yang bahagia, penuh kasih sayang. Wallahu a'lam bisshowab.(35)

Bagi yang berminat dengan rubrik ini, kirimkan surat ke alamat Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo, d/a LPK2 (Lembaga Pengembangan Keagamaan dan Kemasyarakatan) Jl. Boja Km 1, Ngalian Semarang, Telepon (024) 7601294. Di atas sebelah kiri amplop ditulis "Interaktif Tasawuf"


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA