
| Senin, 8 Maret 2004 | Liputan Pemilu 2004 |
Satgas Jangan Berkesan MiliterSEMARANG- Sejak semula Partai Demokrat mendukung pelarangan pemakaian atribut militer pada seragam satgas partai politik. Sebab, pemakaian tersebut justru tidak menguntungkan semua pihak. Di samping itu, dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh oknum yang kurang bertanggung jawab. Penegasan itu disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat Jateng H Subyakto SH MH saat pemantapan kadernya di Semarang, kemarin. Hal itu dia katakan sehubungan masih ada pro dan kontra penggunaan atribut partai pada sejumlah satgas partai. Dia mengatakan, kebijakan partainya itu berkaitan dengan keluarnya militer dari politik praktis. ''Kini negara kita tidak begitu mengedepankan militer, namun menginginkan negara yang benar-benar demokratis.'' Karena itu, lanjut dia, untuk seragam petugas pengamanan, partainya menggunakan seragam safari. ''Memang ada seragam lain, tetapi yang jelas bukan seragam militer,'' tegas dia. Anggota satgas dipesan untuk selalu bersikap sopan dan tidak kasar. Meski demikian mereka tetap tegas menjaga keamanan dan selalu menyelesaikan permasalahan secara damai. Namanya pun bukan satuan keamanan (satgas), melainkan kesatuan komando pengendali perdamaian. Penggunaan nama ini agar tidak berkesan seram, tetapi bersahabat. Sikap dan seragam itu akan ditunjukkan pada acara resmi pengamanan internal partai yang mencalonkan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden tersebut. ''Kini tercatat sudah ada 9000 personel pengaman yang dibekali perilaku simpati,'' kata dia. (A14-33i) |