logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Olahraga  
Line

Soetadi Buta Kekuatan Persikota

SEMARANG- Perjuangan PSIS meraih poin penuh saat melawan Persikota Kota Tangerang di Stadion Jatidiri Semarang, Selasa besok, sangat berat. Waktu recovery yang sangat singkat bakal menjadi hambatan utama bagi anak-anak asuhan Cornelis Soetadi untuk memenangi pertandingan itu. Apalagi, mantan arsitek PSIS Yunior tersebut masih buta kekuatan anak-anak asuhan Rahmad Darmawan.

''Saya masih buta kekuatan mereka. Namun, dilihat dari materi pemainnya yang beberapa di antaranya menjadi langganan timnas, Persikota merupakan tim yang solid,'' tambahnya.

Untuk menyiapkan taktik dan strategi menghadapi kesebelasan berjuluk Bayi Ajaib itu, dia harus melihat rekaman pertandingan Persikota saat menghadapi PSS Sleman, Sabtu lalu. Rekaman tersebut sangat penting untuk mengetahui kekuatan lawan. Itu berguna untuk menyusun taktik dan strategi guna mengatasi lawan.

''Rekaman pertandingan tersebut akan kami pelajari. Dari situ saya bisa mengetahui siapa saja yang patut diwaspadai. Taktik dan strategi pun bisa disusun secara matang,'' katanya.

Meskipun Persikota menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Kompetisi Liga Indonesia Bank Mandiri 2004, bukan berarti Francis Wewengkang dan kawan-kawan tidak bisa dikalahkan. Dia menyebutkan, PSIS bisa meniru PSS Sleman, yang bisa menang 1-0. ''Persikota memang bagus. Namun, jika bisa dikalahkan PSS, PSIS pun harus bisa mengalahkannya,'' tegasnya.

Rapuh

Menghadapi pertandingan itu, dia akan membenahi lini tengahnya. Ketika menghadapi Persib Bandung, Sabtu lalu, lini tengah timnya tampak rapuh. Suplai bola ke lini depan relatif minim. Karena itu, harus ada pemain yang bisa menjembatani lini tengah dan depan. Indriyanto Nugroho yang akan diplot sebagai penghubung antara dua lini tersebut.

''Indriyanto bisa bermain sebagai playmaker dan juga striker. Dia sangat dibutuhkan saat pertandingan lawan Persikota karena bisa menjadi jembatan antara lini tengah dan depan,'' ungkapnya.

''Bisa saja Indriyanto kami pasang sebagai playmaker. Kemungkinan lain, dia tetap kami pasang sebagai penyerang. Kami lihat kondisi pemain terlebih dahulu,'' imbuhnya.

Dalam latihan sore kemarin, Fofee Camara tidak bisa bergabung dengan para pemain lain. Dia mengalami cidera saat melawan Persib, sehingga harus menjalani terapi.

Untuk mengantisipasi absennya Fofee, Soetadi sudah menyiapkan Sasi Kirono sebagai libero. Selain itu, dia juga akan melihat kesiapan pemain-pemain lain. Hal itu berkaitan dengan rencana rotasi yang akan dilakukan besok.

''Fofee cedera. Namun, masih ada kemungkinan dia bisa turun.'' (H13-22e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA