logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Olahraga  
Line

Louis Berty Selamatkan Persijatim

SOLO-Persijatim Solo FC bermain imbang 1-1 melawan Pelita Krakatau Steel dalam lanjutan partai tunda di Stadion Manahan Solo, kemarin pagi (7/3). Tim tamu membuka gol melalui Jean Michel Babouaken pada menit ke-57. Tuan rumah menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti striker Ayok Louis Berty pada menit ke-75.

Partai itu merupakan lanjutan dari pertandingan Sabtu sore yang terpaksa hanya berlangsung 45 menit akibat hujan deras. Karena lapangan digenangi air, akhirnya permainan dilanjutkan esok harinya pukul 08.00 WIB di tempat yang sama.

Didukung cuaca cerah, tim tamu terus menekan pada awal-awal babak kedua. Serangan dilakukan melalui kerja sama dengan umpan-umpan pendek.

Gol pada menit ke-57 diawali oleh aksi individu Leo Saputra, mantan pemain Persijatim. Dia membawa bola dari rusuk kiri. Bola kemudian disodorkan Samuel Chebli, yang selanjutnya memberikan umpan silang ke mulut gawang. Babouaken berhasil memanfaatkan umpan tersebut menjadi gol.

Gol yang tersusun rapi itu mengejutkan tuan rumah. Tiga pemain pun dimasukkan oleh Pelatih Yusack Sutanto. Mereka adalah Alejandro, M Husain, dan Eka Ramdani, yang masing-masing menggantikan Achyar Ilyas, Piko Malek Binogol, dan Boy Jati Asmara.

Separo Lapangan

Sejak masuknya tiga pemain pengganti tersebut, praktis lapangan dikuasai Persijatim. Dalam 30 menit sisa pertandingan, mereka mengurung anak-anak asuhan Danurwindo. Tim tamu hanya bisa bermain sapu bersih dalam mengamankan daerahnya.

Kesebelasan asal Cilegon tersebut rupanya puas dengan skor 1-0. Serangan bergelombang tuan rumah dan keberanian para pemainnya membawa bola sendirian ke daerah lawan akhirnya membuahkan hasil.

Di luar kotak penalti, M Husein berhasil melewati Novianto. Saat masuk kotak penalti, dia dijatuhkan Aulia Siregar. Wasih Supriatin menunjuk titik putih. Eksekusi bisa diselesaikan dengan baik oleh Ayock Berty.

''Kali ini tidak ada komentar,'' kata Yusack Sutanto seusai pertandingan.

Manajer Tim Hendri Danardi mengakui tim tampil lebih bagus daripada dua pertandingan sebelumnya. Gol lawan terjadi karena mereka tidak memperhatikan Babouaken. ''Namun, semangat anak-anak untuk menebus kekalahan patut diacungi jempol,'' ungkapnya.

Danurwindo cukup puas terhadap hasil tersebut. ''Sesuai dengan target, meraih satu poin,'' tandas mantan pelatih timnas itu.

Setelah pertandingan, Pelita langsung menuju Kediri untuk menantang tim Persik, Selasa sore besok. Pada hari yang sama Persijatim akan menjamu Persija Jakarta Pusat.

Hasil 1-1 itu membuat Pelita KS untuk sementara berada pada posisi kesembilan atau satu tingkat di bawah PSIS Semarang. Namun, klub milik BUMN ini baru bertanding sepuluh kali, sementara PSIS sudah 13 kali turun ke lapangan.

Dari 10 kali penampilan, mereka mencatat empat kali menang, tiga kali seri, dan tiga kali kalah. Total poinnya 15 atau enam angka di atas Persijatim.

Persijatim untuk sementara berada pada posisi kelimabelas. Dari sembilan kali bertanding, Ayock Louis Berty cs hanya mengumpulkan nilai sembilan. (P44,22e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA