logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Olahraga  
Line

Ferrari Masih Terlalu Tangguh

MELBOURNE - Juara dunia Michael Schumacher memimpin parade Ferrari, Minggu, dalam pembukaan musim Grand Prix F1 2004 ketika memenangi GP Australia dengan penampilan yang dominan.

Ini merupakan kemenangan ke-71 pembalap Jerman tersebut dan satu dari pemecahan rekor langsung yang membawanya memperoleh gelar.

Dengan rekan setim asal Brasil Rubens Barrichello mengikuti lap demi lap seputar Sirkuit Albert Park, mobil merah menyala melintasi garis dalam kemeriahan tersendiri untuk merayakan keberhasilan masuk finish sebagai nomor satu dan dua yang pertama kali sejak di Jepang 2002.

Pada saat Stephanie Sheene, janda juara balap motor Inggris almarhum Barry, melambaikan bendera, sang juara mencatat 34,6 detik di depan pembalap Spanyol Fernando Alonso yang berada di tempat ketiga dengan Renault.

Adik Schumacher, Ralf berada di urutan keempat untuk Williams, di depan rekan setimnya pembalap Kolombia Juan Pablo Montoya dan pembalap Inggris Jenson Button dengan BAR.

Poin Tersisa

Pembalap Italia Jarno Trulli, yang menggunakan Renault, dan pembalap McLaren David Coulthard mengumpulkan poin yang tersisa. Keduanya didahului oleh Schumacher dalam balapan yang memberi kesan ingin mengembalikan dominasi Ferrari pada 2002 yang memimpin Formula 1 untuk memperkenalkan perubahan aturan juara.

Pembalap McLaren Kimi Raikkonen, runner-up secara keseluruhan tahun lalu dan favorit juara, hanya tampil sebentar sebelum bergabung dengan penonton. Dia menjadi pembalap yang mundur pertama pada musim ini. Pembalap asal Finlandia itu melempem dan tergelincir di tikungan ketiga setelah sembilan lap dan menuju lap ke-12.

"Kami kehilangan tekanan air dan kemudian mesinnya kena," kata pembalap 24 tahun itu, yang diambil alih oleh mantan rekan setim di Sauber, Felipe Massa dua sudut sebelum dia berhenti. "Kami tidak mengharapkan tempat kesepuluh pada grid. Ini sangat mengecewakan. Kami tidak seharusnya berada di posisi itu, kami seharusnya bertarung untuk tempat pertama. Tak seorang pun senang."

Sementara itu, seorang marshal menyemprotkan foam ke bagian belakang mobilnya yang sedikit menyala, Schumacher dan Barrichelo melahap bermil-mil tanpa kehilangan irama.

Kedua mobil merah itu meloloskan diri dengan halus, meningalkan Alonso untuk membuat sensasi di belakang mereka saat Renault melewati lapisan pengejar Ferrari dari Williams dan McLaren.

Pembalap Spanyol membawa mobilnya di sekitar Montoya, yang memaksa pembalap Kolombia keluar garis, saat dia menyapu dari grid kelima ke ketiga.

Montoya terdorong kembali dari ketiga menjadi ketujuh, dengan cepat bertindak dengan agresif meninggalkan pembalap Kolombia yang menjadi penentu saat dia memaksa Button melaju pada lap ke-39 saat dia mengalahkan pembalap Inggris.

Harapan pembalap Australia adalah menyelesaikan lap ke-29 ketika pembalap Jaguar Mark Webber-yang mendaki ke posisi ketiga selama putaran pertama pada pitstop-mundur.

"Saya berusaha tetap berada di sana. Saya menikmatinya. Ini berjalan baik. Saya sudah berusaha bertahan di belakang pembalap-pembalap besar itu, tetapi kami kehilangan gigi keenam dan ketujuh. Anda harus mengambil yang kasar dengan yang halus," ujarnya. (rtr,A4,ant-57e)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA