logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Berita Utama  
Line

Logo Tercetak Salah

PBR Protes Majalah Pemprov

SALAH LOGO: Sampul Majalah Bhakti Praja terbitan Setda Pemprov Jateng yang memuat logo PBR yang salah. (43) - SM/Setiawan Hendra Kelana

SEMARANG- Sedikitnya untuk kali keempat Partai Bintang Reformasi (PBR) protes atas kesalahan cetak logo parpol tersebut pada media yang tersebar di kalangan masyarakat terbatas. Yang tercetak bukan PBR, namun logo PPP Reformasi. Tulisan yang ada dalam logo juga tertulis 'PPP Reformasi'.

Kali ini kesalahan cetak ada pada majalah yang diterbitkan oleh Sekretariat Daerah Pemprov Jateng. Tiga kesalahan sebelumnya, yakni pada sebuah media cetak, poster yang dijual umum, dan leflet produksi Kantor Informasi dan Komunikasi Kota Semarang. Permasalahan pada ketiganya sudah diselesaikan.

Ketua DPC PBR Kota Semarang H Haryono mengatakan, pihaknya telah menemukan kesalahan cetak pada sebuah majalah terbitan Setda Pemprov Jateng. Majalah dengan nama Bhakti Praja edisi 2 tahun 2004 itu salah mencetak logo partainya.

Dia menyatakan, pada cover depan majalah terdapat logo 24 parpol peserta Pemilu 2004. ''Namun pada logo partai kami ada kesalahan. Sebab, yang tercetak bukan PBR, namun 'PPP Reformasi'. Tulisan yang ada dalam logo juga 'PPP Reformasi','' kata dia, kemarin.

Dengan adanya kesalahan cetak tersebut, pihaknya merasa dirugikan baik secara politis maupun sosiologis. Masyarakat bisa bingung dengan adanya kesalahan cetak logo itu.

Karena itu, pihaknya meminta penerbit bertanggung jawab untuk menarik kembali majalah yang telah beredar tersebut. ''Kami juga meminta penerbit segera melakukan ralat dan meminta maaf.''

Sementara itu, Ketua Redaktur Pelaksana Bhakti Praja Drs Maryanto menyatakan akan meralat kesalahan cetak logo PBR. Ralat itu akan dilakukan pada edisi bulan Maret ini.

Dia mengatakan, majalah yang terbit sebulan sekali tiap tanggal 20 tersebut dicetak hanya untuk kalangan terbatas, yakni dibagikan pada karyawan di lingkungan Setda Pemprov Jateng. Adapun dalam setiap penerbitan, pihaknya mencetak sekitar 2.000 eksemplar.

''Jadi, tidak beredar ke mana-mana, hanya untuk kalangan sendiri (karyawan di lingkungan Setda Pemprov Jateng-Red),'' kata dia, semalam. (G7-58t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA