logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pawai II Parpol Jadi Ajang Pemanasan Kampanye

SALATIGA - Pawai parpol seri II di Kota Salatiga, Sabtu (6/3), dimanfaatkan oleh beberapa parpol untuk melakukan pemanasan kampanye. Sebelum dan sesudah pawai berlangsung, ratusan massa parpol tertentu dengan mengendarai motor dan membawa atribut-atribut partai mengadakan show of force dengan mengelilingi kampung-kampung.

Bahkan, saat pawai baru berjalan, Panwas Pemilu mencatat delapan parpol yang melanggar kesepakatan pawai. Yaitu, setiap parpol hanya diperbolehkan mengeluarkan maksimal tiga mobil. Ternyata mereka ada yang membawa empat dan diikuti beberapa massa mengendarai sepeda motor.

''Indikasi pelanggaran ini akan kita tindaklanjuti dengan melaporkannya ke KPU,'' kata anggota Panwas Dra Astuti Sakdiyah. Adapun anggota KPU M Fauzi SAg MAg menyatakan, kelak beberapa parpol yang masih melanggar akan diumumkan ke publik. ''Biar publik yang memberikan penilaian kepada parpol yang bersangkutan,'' ucap dia.

Pawai kedua itu dilepas oleh Walikota H Totok Mintarto dan anggota muspida lainnya serta tokoh-tokoh agama di halaman Balaikota. Tampak hadir Dandim 0714 Letkol Bambang Satmoko, Kapolres AKBP Drs Wanto Sumardi SH, dan Kajari Manahan Hutabarat SH.

Sebelum pawai itu berlangsung, caleg dari PAN Drs Paulus Triarso, di Lapangan Pancasila juga sempat mengeluarkan protes. ''Kami menganggap Panwas tidak bertindak tegas. Mengapa ada massa parpol yang mengendarai sepeda motor. Padahal kalau kami mau melakukan hal seperti itu, tentu akan lebih besar,'' kata Paulus.

Sementara itu, Badan Kerja Sama Gereja-gereja Salatiga (BKGS) mengeluarkan surat penggembalaan BKGS tentang ''Peran dan Partisipasi Gereja-gereja dan Warga Gereja dalam Masyarakat Menyambut Pemilu 2004''. Lembaga itu antara lain mendorong seluruh gereja dan warga gereja untuk pertama, tetap mendukung dan mencermati secara kritis seluruh proses demokrasi dalam menyiapkan pelaksanaan pemilu sesuai dengan ketentuan undang-undang, khususnya dalam memilih orang dan parpol peserta pemilu.

Kedua, menyiapkan, memantau, dan mengkritik seluruh warga gerejanya, baik sebagai partisipan pemilu untuk dapat menggunakan hak-haknya dengan baik maupun memersiapkan, membekali, memantau dan mengkritik warga gereja yang terjun langsung dalam kehidupan politik praktis. Selain itu juga memperjuangkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan Pemilu 2004.

Surat penggembalaan itu ditandatangani Ketua Umum Pdt Dr Surya Kusuma MMIn dan Sekeratris Pdt Urip Yudhono MACE. (A2-84n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA