
| Senin, 8 Maret 2004 | Semarang & Sekitarnya |
Hujan Sebabkan Kelangkaan MinyakGROBOGAN - Musim hujan tampaknya membuat masyarakat Kabupaten Grobogan, yang biasanya menggunakan kayu bakar untuk kebutuhan dapur, kini cenderung beralih ke minyak tanah. Ketua II Bidang Minyak Tanah DPC Hiswanamigas Rayon II Pati, Luhur Poerbowo SH, menilai itu merupakan salah satu penyebab kelangkaan minyak tanah di Grobogan. ''Kedatangan musim panen di sana membuat banyak warga sibuk dengan masak-memasak. Bulan lalu juga banyak orang mengadakan perhelatan. Itu juga faktor penyebab kelangkaan minyak tanah di Grobogan,'' kata dia. Selain itu, kata dia, diduga terjadi panic buying atau pembelian dalam jumlah besar karena kekhawatiran berlebihan akan kehabisan stok minyak tanah. Karena itu banyak warga menumpuk stok di rumah. Dia menduga penumpukan stok minyak tanah di pabrik-pabrik tidak begitu banyak. Sebab, di Kabupaten Grobogan itu tidak ada pabrik besar yang menggunakan minyak tanah dalam jumlah besar. ''Selama ini Grobogan tidak pernah kelangkaan minyak tanah seperti saat ini,'' katanya. Padahal, salah satu agen pemasok minyak tanah di Kabupaten Grobogan itu menyatakan selalu memasok minyak tanah ke Grobogan sesuai dengan ketentuan. ''Kami sudah melakukan sesuai dengan prosedur yang benar,'' kata dia. Jika dilihat dari jumlah penduduk di Kabupaten Grobogan sekitar 1.301.750 jiwa, kata dia, alokasi minyak tanah setiap hari 152,5 kl seharusnya mencukupi kebutuhan. Pangkalan di Grobogan 601 buah dan setiap hari dipasok oleh 10 agen. ''Konsumsi minyak tanah di Grobogan menurut keterangan Bapenas 3,75 l per kapita setiap bulan,'' ujar dia.(H3-84g) |