logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Sukawi Belum Berpikir untuk Nyalon Lagi

SEMARANG - Wali Kota H Sukawi Sutarip SE SH mengatakan, meski termasuk kepala daerah yang mengusulkan pemilihan kepala daerah mendatang dilakukan secara langsung, bukan berarti berkeinginan kembali menjadi wali kota.

Dia menyatakan usulan itu merupakan keinginan masyarakat pada era demokratis seperti sekarang. Apalagi presiden mendatang juga dipilih secara langsung oleh rakyat. ''Usulan kami di Apeksi justru mengikuti perkembangan yang dikehendaki masyarakat. Kami hanya mengekspresikan suara rakyat.''

Dia mengakui pemilihan kepala daerah di Kota Semarang tinggal 11 bulan lagi. Namun bukan berarti usulan itu sebagai ancang-ancang dia untuk kembali memimpin Kota ATLAS. Bagi dia, tahun terakhir kepemimpinannya harus terfokus untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya. ''Saya ingin menuntaskan masa jabatan ini dengan pengabdian kepada bangsa, negara, dan memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat Kota Semarang.''

Siapa pun yang terpilih sepenuhnya dia serahkan ke masyarakat. Bagaimanapun yang mendapat dukungan rakyat adalah sosok terbaik yang diharapkan membawa kemajuan Semarang baik dalam pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan.

Warga masyarakat yang baik tentu harus mendukung sang pemimpin.

Peluang Sama

Dalam usulan Apeksi yang disampaikan ke Panitia Khusus DPR RI yang membahas revisi UU Nomor 22 Tahun 1999, kata dia, pencalonan wali kota dan wakil wali kota kelak tidak hanya oleh fraksi-fraksi di DPRD. Semua komponen masyarakat berhak dan berpeluang sama mengajukan calon kepala daerah.

''Model baru ini lebih bernuansa menciptakan demokrasi yang benar-benar dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Selain itu bisa mengeliminasi dugaan politik uang yang sering terembus dalam proses pemilihan kepala daerah. Meski, sampai sekarang belum ada praktik money politics yang terbukti.''

Kalau ada calon kepala daerah bermain kotor dengan uang, kata dia, dipastikan mendapat reaksi dari masyarakat. Bisa jadi uang itu akan diterima masyarakat, tetapi mereka tak mau mendukung kepemimpinan calon tersebut. (H1,G17-45g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA