logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Semarang & Sekitarnya  
Line

Dua Pemuda Hilang Terseret Banjir

  • Saat Bermain di Kali Bodri

KENDAL- Lima pemuda Dukuh Getas, Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Sabtu (6/3) sekitar pukul 17.00 terseret arus Kali Bodri.

Dalam musibah itu, dua orang dinyatakan hilang, sedangkan tiga lainnya selamat.Hingga pukul 14.00 Minggu (7/3) kemarin, kedua korban yang dinyatakan hilang adalah Ali Imron (17) dan M Kholis. Tiga korban selamat, yaitu Munjiat (25), Ali Imron (23), dan M Rosyid (25) masih shocked.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah anggota Search and Rescue (SAR), BASARDA Jateng, Sarnas Semarang, dibantu staf Kantor Kesbanglinmas dan warga masih melakukan pencarian. Tiga perahu karet difungsikan untuk membantu pencarian.

Tim menyusuri lokasi musibah di bawah jembatan Penanggulan (menghubungkan Kecamatan Pegandon-Gemuh) hingga ke daerah muara yang berjarak sekitar 10 km. ''Pencarian korban sudah kami lakukan beberapa saat setelah ada laporan. Namun karena cuaca yang tidak mendukung, upaya itu terpaksa kami hentikan sementara pada pukul 22.00,'' jelas Kepala Kantor Kesbanglinmas Drs Soepardjan, kemarin.

Ditolong Santri

Keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika Sabtu (6/3) kira-kira pukul 16.30 lima pemuda itu bermain dan berenang di Kali Bodri menggunakan tiga ban dalam truk sebagai pelampung. Diduga, mereka berniat ngintir arus sungai yang saat itu cukup deras. Mereka terjun ke sungai dari wilayah Dukuh Keresan atau sekitar 500 meter selatan jembatan Penanggulan.

Nahas, saat mendekati tanggul pengatur air yang berjarak 700-an meter dari lokasi mencebur, mereka terseret pusaran arus. Kelima pemuda yang semula duduk di atas tiga ban yang disatukan itu terpencar-pencar.

Meskipun pandai berenang dan terbiasa bermain di Kali Bodri, hanya tiga pemuda yang dapat menepi. Lokasi musibah diperkirakan berkedalaman enam meter. Dua lainnya terseret derasnya arus sungai yang bermuara ke Laut Jawa itu.

''Tiga orang yang dapat menepi, kemudian ditolong dua santri yang kebetulan sedang bertadarus di pinggir sungai. Dua korban selamat ditemukan dalam kondisi pingsan. Baru kali ini, ada warga Desa Penanggulan yang menjadi korban keganasan arus Kali Bodri,'' papar Kades Penanggulan Ali Muhtofa, kemarin.

Secara Terpisah, korban selamat M Rosyid saat ditemui di rumahnya menuturkan, setelah terkena pusaran arus sungai dia tidak ingat apa-apa. ''Tahu-tahu saya sudah di rumah,'' ujarnya.(G15-84j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA