logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Ekonomi  
Line

Kontribusi Boga 30%-40% pada Pendapatan Hotel

SOLO-Persaingan bisnis jasa boga di Indonesia sekarang cukup ketat. Ada banyak cara agar tidak tersingkir dari persaingan dan bangkrut.

Antara lain menggabungkan beberapa strategi, misalnya pendidikan dengan pemahaman tentang persaingan dan opini dari pelanggan.

Demikian dikemukakan oleh Karl Waelti, Chief Executive Officer Hotel Choice Indonesia di sela-sela pelatihan tata boga bagi karyawan hotel-hotel yang manajemennya di bawah pengelolaan hotel itu. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari di Hotel Quality, Solo.

Materi yang dibahas, misalnya, pemahaman tata boga, pemasaran, dasar menjadi pesaing yang kuat, kalkulasi gastronomi, pembetulan rencana, tes minuman anggur.

Waelti menambahkan bisnis boga prospektif karena setiap hari manusia harus makan. Keberhasilan sejumlah restauran, contohnya Kentucky Fried Chiken (KFC), Pizza Hut, dan McDonalds, adalah bukti bisnis boga di Indonesia punya prospek sangat baik.

''Dua puluh tahun lalu mereka belum ada. Ternyata sekarang telah berkembang baik. Itu berarti bisnis mereka bisa diterima di sini ,'' tegasnya.

Pesaing

Menurut dia, lewat pemberian pelatihan terus-menerus tentang boga kepada para karyawan di jajaran Hotel Choice Indonesia, restauran di hotel-hotel itu akan kian menarik banyak pelanggan dan menjadi pesaing bagi restauran fast food atau cepat saji di atas.

Di lingkungan perhotelan, lanjut dia, bisnis boga termasuk dalam food&beverages department. Bagian itu cukup besar kontribusinya terhadap pendapatan hotel.

''Kontribusinya antara 30% dan 40%. Bahkan di kota besar, misalnya Jakarta, lebih besar lagi, yakni sampai 50%,'' tuturnya.

Salah satu materi yang menarik perhatian peserta pelatihan adalah tes minuman anggur. Berbagai jenis anggur bercita rasa tinggi dikupas oleh ahlinya.

Anggur merah atau red wine dan beberapa jenis lainnya tidak hanya dipertunjukkan, tetapi juga dibagi-bagikan dalam gelas untuk diminum oleh peserta dan undangan.

Waelti, juga mantan food& beverages director sejumlah hotel bertaraf internasional itu mengatakan salah satu ciri restauran di hotel-hotel yang manajemennya di bawah Hotel Choice Indonesia adalah makanannya tidak mengandung kolesterol dan rendah kalori.(bt-53)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA