
| Senin, 8 Maret 2004 | Jawa Tengah - Pantura |
Cangkok Tulang Kaki, Yasir Bisa BerjalanDERITA- yang dialami Yasir (60), korban kecelakaan lalu lintas kini semakin berkurang. Kakinya yang patah pada ujung paha kanan ternyata bisa disambung lagi, meski dia harus menginap di RSUD Kraton, Kabupaten Pekalongan selama 45 hari untuk menjalani perawatan dan operasi. Semula, bapak tujuh anak warga RT 2 RW 3, Desa Manyaran, Kecamatan Sekaran, Lamongan (Jatim) ini tak percaya kakinya yang patah bisa disambung lagi. Karena itulah, saat mendapat pertolongan pertama masuk RSU, dia menyatakan kepada anak-anaknya ataupun dokter bahwa dia merelakan kakinya dipotong. "Biarkan kaki kanan saya dipotong. Yang penting saya sehat lagi," katanya dengan dialek Surabayanan saat ditemui di Ruang Wijaya Kusuma, kemarin. Dia bersedia diamputasi lantaran merasa usianya sudah tua dan tak mungkin kakinya bisa kembali normal. Sebagaimana dikatakan banyak orang, tulang yang sudah tua bila mengalami keretakan atau putus pasti sulit didandani lagi. Ternyata pendapat klasik itu tak berlaku lagi di bidang kesehatan, khususnya ortopedi. Kaki kakek 16 cucu itu dapat disambung lagi dengan operasi transplantasi (cangkok) tulang tungkai. Keberhasilan operasi yang dilakukan dokter spesialis b"edah ortopedi RSUD Kraton dr Hari Suko itu tidak saja membanggakan anak-anak dan cucu-cucu Yasir, tapi juga jajaran pasien patah tulang yang dirawat. Khusus bagi keluarga kakek yang anaknya membuka usaha rumah makan sea food di Kajen dan beberapa tempat itu, keberhasilan operasi bedah ortopedi itu merupakan hikmat dari Allah SWT. Penggemar Perkutut Yasir yang keseharianya di kampung menangkar burung perkutut itu, selama di rumah sakit mengaku selalu ingat pada burung peliharaanya yang berjumlah puluhan ekor itu. Bahkan dia khawatir, burung kesayanganya itu mati karena tak diberi makan. "Soale regine manuk niku awis, wonten ingkang ngantos gangsal yuta (Soalnya harga burunya mahal, ada yang sampai lima juta)," tuturnya. Dia malah tak memikirkan anak-anak dan cucu-cucunya. Mereka semua sudah bisa berusaha, seperti membuka warung makan Lamongan di Kajen, Comal, Pemalang, dan sekitar Kota Pekalongan. Saat kecelakaan terjadi pada 25 Februari lalu, Yasir sedang menengok anaknya yang ada di Comal, kemudian akan meneruskan perjalanan ke Kajen, ke rumah Ali Sodikin yang membuka usaha di sana. Di simpang tiga Wiradesa, Yasir dijemput Ali mengendarai motor. Nasib buruk menimpa ketika kendaraannya melintas di Jalan Raya Desa Ketandan, sebuah roda truk tronton lepas dan menabrak kendaraan Ali. Yasir terkapar dan kakinya patah . Bahkan ada tulang yang hilang beberapa senti. Itulah sebabnya dr Hari harus melakukan cangkok tulang dengan mengambil tulang yang sama di kaki kiri. Kini Yasir mulai bisa menapakkan kakinya dan belajar berjalan meski pelan dan jaraknya pendek. Setiap hari, baik anak-anaknya maupun perawat melatihnya berjalan. (Syam Dakrita-17j) |