logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Ditangkap, Pelaku Sodomi Anak di Bawah Umur

PURWOKERTO - Seorang lelaki bernama Suwondo (45), yang diduga telah melakukan hubungan seks menyimpang, yaitu melakukan hubungan sodomi terhadap anak di bawah umur, ditangkap Polsektif Purwokerto.

"Kini dia kami tahan," kata Kapolsektif AKP Fauzan Widiarto didampingi Kanit Reskrim Ipda Sambas, Minggu kemarin.

Penangkapan terhadap Suwondo setelah polisi mendapat informasi dari orang tua korban, sebut saja Fulan, seorang anak di bawah umur yang tinggal di Purwokerto. Keluarga itu melaporkan pada polisi anaknya telah menjadi korban sodomi.

AKP Fauzan menjelaskan pelaku ditangkap di rumah keluarga korban, setelah melakukan pemerasan terhadap keluarga itu. "Dia sering memeras, yaitu meminta uang pada keluarga itu dengan paksa," jelasnya.

Ketika diperiksa polisi, tersangka mengaku sebagai warga Kampung Kebun Kelapa, Kecamatan Segra, Bekasi. Dia mengaku sering melakukan hubungan sodomi dengan Fulan.

Kali pertama dilakukan April 2003, ketika keduanya bertemu di Stasiun KA Tegal.

Saat itu Fulan meninggalkan rumahnya di Kota Purwokerto dan terdampar di Kota Tegal. Anak itu kabur dari rumahnya, karena merasa tidak diurusi keluarganya setelah kedua orang tuanya bercerai.

Begitu bertemu dengan Suwondo di stasiun, Fulan sering diajak berkelana ke berbagai tempat. Anak remaja itu dibawah kendali lelaki tersebut selama 40 hari. Selama berkelana, kebutuhan makan selalu dipenuhi Suwondo.

Fulan setelah merasa ditolong tidak kuasa menolak hubungan seks menyimpang yang dilakukan tersangka.

Hubungan itu sering dilakukan di stasiun. Setelah bosan berkelana, akhirnya Fulan pulang ke rumah salah satu orang tuanya.

Memburu ke Rumah

Karena Fulan kembali pada kehidupan normal, Suwondo memburu ke rumahnya. Ketika bertemu orang tuanya, dia malah meminta uang dengan alasan telah menolong anak itu dari ancaman bahaya. Dia juga minta ongkos telah memberi makan."Dia sering datang ke Purwokerto untuk menemui Fulan," kata polisi.

Saat meminta uang, keluarga Fulan memberikan uang dengan suka rela, karena merasa berterima kasih. Namun Suwondo sering datang, dan meminta uang lagi. Kalau tidak diberi dia marah. Keluarga Fulan rupanya makin jengkel pada perilaku tersangka.

Mereka makin marah ketika anak itu mengaku terus terang telah menjadi korban sodomi. Keluarga itu membuat jebakan, ketika Suwondo datang diminta menunggu di rumah agak lama. Pada saat bersamaan, mereka menghubungi polisi. Ketika petugas datang, dan melakukan penangkapan, lelaki itu tidak bisa berkutik.

Ipda Sambas mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka Suwondo sering melakukan perbuatan menyimpang dengan anak-anak di bawah umur. Perbuatan itu dilakukan di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, Tegal dan Purwokerto.

Korban perilaku menyimpang Suwondo adalah anak-anak gelandangan yang hidup di stasiun kereta api. Terhadap anak-anak itu dia bertindak sebagai pelindung, kemudian memakasa mereka.(in-42)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA