
| Senin, 8 Maret 2004 | Jawa Tengah - Banyumas |
Peternak Peroleh Bantuan Vaksin AIPURWOKERTO- Untuk menanggulangi penyakit flu burung atau yang dikenal dengan Avian influenza (AI), peternak di Kabupaten Banyumas menerima bantuan vaksin 100.000 dosis dari Departemen Pertanian. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas drh Mashuri Aldiyah kepada wartawan kemarin mengatakan, vaksin bantuan dari Departemen Pertanian itu sudah datang pada akhir pekan lalu. Jumlah vaksin yang diterima 100.000 dosis. Satu dosis vaksin dipakai untuk satu ekor ayam. Untuk mendistribusikan vaksin itu, Dinas Peternakan dan Perikanan sudah melakukan rapat koordinasi dengan para peternak. Distribusi akan dilakukan secepatnya. Daerah yang akan mendapatkan vaksin adalah daerah yang peternakan ayamnya banyak terkena AI, yakni di Kecamatan Sumbang, Cilongok, Jatilawang, dan radius sekitar satu kilometer dari yang terkena serangan AI. "Untuk daerah yang tidak terkena AI, tidak diberi vaksin. Sebab kalau tidak ada serangan tetapi ayam diberi vaksin, dikhawatirkan menimbulkan penyakit baru," jelasnya. 124.000 Ekor Berdasarkan data yang ada di dinas, jumlah ayam petelur dan pedaging yang terserang AI di Kabupaten Banyumas 124.000 ekor. Terdiri atas ayam kampung 70.000 ekor dan burung puyuh ada 35.000 ekor. Bila dibandingkan dengan jumlah vaksin yang diterima, kebutuhan masih kurang. Tetapi karena bantuan terbatas, pendistribusian akan diupayakan secara merata. Sementara menyinggung soal ganti rugi yang diberikan pemerintah kepada peternak yang ayamnya mati karena AI, Mashuri mengatakan, untuk Kabupaten Banyumas tidak ada peternak yang mendapatkan ganti rugi. Dia juga heran, kenapa peternak di Banyumas tidak mendapatkan ganti rugi. Padahal pemerintah pernah menyampaikan akan memberikan ganti rugi bagi peternak yang ayamnya mati karena terserang AI berupa DOC dan pakan untuk jangka waktu tertentu. "Saya tidak tahu alasannya, tetapi untuk Kabupaten Banyumas oleh Pusat diputuskan tidak menerima ganti rugi. Padahal Bupati sudah mengirimkan surat ke pemerintah pusat tentang kondisi peternakan di Banyumas yang merugi akibat terserang AI" . Bupati Banyumas HM Aris Setiono yang ditanya mengenai peternak ayam yang tak mendapatkan ganti rugi, mengaku kecewa. Sebab kerugian peternak ayam akibat wabah AI Rp 750 juta lebih. "Pemerintah tak memberikan ganti rugi kepada peternak ayam di Banyumas karena yang mendapatkan ganti rugi adalah peternak yang ayamnya mati akibat AI terhitung sejak akhir Januari 2004. Sementara untuk Banyumas, pada Januari soal AI sudah dianggap selesai karena wabah AI yang terjadi di Banyumas pada Oktober-November. Pemerintah tak memperhitungkan kerugian yang terjadi sebelum Januari," ungkap Aris. (G23-20s) |