logo SUARA MERDEKA
Line
  Senin, 8 Maret 2004 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Jembatan Cisedane Desa Adiraja Runtuh

  • Kondisinya Sudah Tua

CILACAP - Pada Rabu (3/3) lalu, jembatan Cisedane sepanjang 20 m yang ada di Desa Adiraja, Kecamatan Adipala itu runtuh sekitar 10 m. Akibat runtuhnya bagian jembatan tersebut maka jalur dari pusat pemerintahan Desa Adiraja ke Dusun Petilasan dan Joho atau sebaliknya praktis terputus.

"Jembatan Cisedane Desa Adiraja itu runtuh pada Rabu lalu pukul 15.00. Beruntung saat kejadian tidak ada orang atau kendaraan yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa," kata Camat Adipala, Wijonardi, dalam laporannya ke Bupati Cilacap.

Lebih jauh laporan tersebut menyebutkan, runtuhnya jembatan tersebut disebabkan oleh kondisinya yang sudah tua. Jembatan yang dibangun pada 1974 dengan dana inpres tersebut diperkirakan lapuk pada beberapa bagian sehingga runtuh.

"Kondisi jembatan Cisedane sudah tua dan secara teknis konstruksi bangunannya sudah tidak layak," lanjut Wijodardi.

Selain itu, dalam laporannya kepada Bupati Cilacap, Wijonardi juga mengatakan, pada 2002 jembatan tersebut sudah rusak, yakni lantai cor pada sisi selatan jembatan ambrol dan hanya diperbaiki secara darurat.

"Kerusakan tersebut sudah dilaporkan. Saat itu juga diusulkan kepada Bupati agar dilakukan perbaikan. Meski setelah itu ada tindak lanjut berupa pengecekan ke lapangan oleh dinas terkait, sampai sekarang perbaikan belum dilakukan," ujarnya.

Memperbaiki Jembatan

Dari data di kantor Kecamatan Adipala diketahui, dengan runtuhnya jembatan Cisedane, jalur perhubungan antara Dusun Joho dan Petilasan ke pusat pemerintahan Desa Adiraja terputus. Mobi-litas sosial ekonomi, khususnya pedagang dan anak sekolah, terputus.

Untuk mencapai pusat pemerintahan desa, warga kedua dusun itu harus memutar sejauh 10-13 km melewati Desa Karang Wangkal-Doplang-Adipala.

Dari pengamatan di lapangan diketahui, tampaknya warga kedua dusun dan warga Desa Adiraja lain tidak berpasrah diri. Daripada menempuh jarak sejauh itu, mereka memilih memperbaiki jembatan secara darurat. Hasilnya, pada bagian yang runtuh saat ini telah terpasang sambungan dari kayu kelapa (glugu) ditopang dan diperkuat dengan bambu.

Dalam suratnya kepada Bupati, Camat Adipala juga memohon agar jembatan yang melintasi Sungai Karang Lesung itu segera diperbaiki. Camat memohon agar bupati dapat memprioritaskan dana pembangunan untuk pembangunan jembatan tersebut yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 600.000.000. Selain itu, untuk penanggulangan darurat mereka meminta bantuan teknis dan logistik berupa besi dan pelat baja eks jembatan/bangunan. (G21-20n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional | Liputan Pemilu
Budaya | Wacana | Ragam | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA