
| Senin, 8 Maret 2004 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
Kampanye Boleh Baca AlquranPURWOREJO - Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah, H Daromi Irdjas SH, menyesalkan jika ada pihak yang melarang pembacaan ayat-ayat suci Alquran pada saat kampanye. Pernyataan itu menanggapi imbauan ulama Maron, Loano, Purworejo, KHR Abdul Haq SPd, yang meminta juru kampanye tidak menjual ayat-ayat suci Alquran untuk kepentingan politik (Suara Merdeka 3 Maret 2004). Daromi tidak sependapat dengan larangan itu. Dia mengatakan, kendati berisi aturan-aturan, Alquran tidak ada larangan untuk dibaca. Alquran merupakan kalam Ilahi yang harus disampaikan kepada seluruh umat yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Karena itu, kata Daromi, pembacaan Alquran tidak terbatas untuk acara pengajian. ''Saya tidak setuju jika orang membaca Alquran dinilai menjualbelikan ayat. Alquran boleh dibaca di mana saja. Yang tidak boleh dibaca itu di kamar mandi dan WC,'' ujarnya, Sabtu (6/3) kemarin. Menurut penilaian dia, sangat dangkal kalau Alquran dilarang dibaca saat kampanye. Apalagi karena PPP merupakan partai berbasis agama. ''Yang dilarang itu kalau jurkam mencaci orang lain,'' tegasnya. Seperti diberitakan, KHR Ahmad Abdul Haq SPd mengingatkan para juru kampanye (jurkam) parpol untuk tidak mengobral janji dan memberi iming-iming dengan menjual agama. Kebumen Istighotsah Sementara itu, puluhan ulama pengasuh pondok pesantren dan 700-an santri, Sabtu malam lalu menggelar istighotsah di halaman Mapolres. Mereka mendoakan agar Pemilu 2004 berjalan aman, tertib, dan lancar. Para santri berdatangan dari berbagai pelosok ke Mapolres dengan naik motor, sepeda, dan menumpang truk atau colt. Makin malam, jumlah santri dan ulama yang datang di Mapolres makin bertambah. Hampir semua pengasuh pondok pesantren terkemuka hadir, seperti Rois Syuriah NU KH Wahib Mahfudh, KH Afiffudin Khanif (Gus Afif), KH Daerobi Khasbullah, KH Habib Daldiri, KH Sonhaji, dan Kakandepag Drs H Suroso. Menurut panitia Drs Khamid MAg, pihaknya mengundang semua pengasuh pesantren yang tergabung dalam Rabithah Ma'ahidil Islamiyah (RMI) atau Persatuan Pondok Pesantren NU. Secara terpisah seorang ulama, Drs H Bambang Sucipto MAg, menegaskan, doa bersama yang dilakukan jajaran ulama dan santri di Mapolres itu tidak ada muatan politik apa pun. Semua ditujukan demi keamanan dan ketertiban pemilu. (yon,B3-49jn) |